Hal ini sangat mengubah dinamika balapan ketika para peserta bertukar ban untuk memenuhi aturan yang mengharuskan kedua kompon diberdayakan.
Permainan taktis muncul antara Ferrari dan McLaren saat mereka mencoba untuk menjalankan strategi pitstop.
Kerja sama Leclerc dan Carlos Sainz memang berhasil menahan laju McLaren untuk memimpin.
Baca Juga: Grand Prix Monaco: Sirkuit Jalanan yang Penuh Tantangan untuk Ditaklukan Pembalap F1
Carlos Sainz melakukan tugasnya mencegah Norris membuat kemajuan lebih jauh dari Russell yang berada di belakang Norris.
Dengan 10 lap tersisa dan tidak ada peluang bagi McLaren untuk berhenti, Leclerc meninggalkan Piastri dalam cengkeraman Sainz, yang juga masih diikuti Norris.
Namun baik Sainz maupun Norris tidak mampu menyalip Piastri di posisi kedua. Sementara George Russell bertahan di posisi kelima setelah menangkis Max Verstappen selama lebih dari 25 lap.
Pembalap Belanda itu akhirnya tetap bertahan di belakang Russell di P6. Sementara Lewis Hamilton menyusul di belakang Verstappen di posisi ketujuh.
Tsunoda menempati posisi kedelapan setelah menerima tekanan dari pembalap Williams Alex Albon sepanjang 70 lap balapan. Albon harus puas di P9. Sementara Pierre Gasly menutup posisi 10 besar.
Artikel Terkait
6 Cedera yang Bisa Muncul Akibat Berlari Berlebihan, Awas Jangan Sampai Kena
Molly Mae Pamer Identitas Gayanya di Karpet Merah
Man United Juara Piala FA, Pep Guardiola Sebut Lisandro Martinez Bek Terbaik Dunia
Ganda Campuran Indonesia Rinov/Pitha Runner up Malaysia Masters 2024