KOM terakhir ini yang diklaim sebagai "tanjakan neraka" bagi para pembalap. Tanjakan ini memiliki tipe hors cateforie (HC).
Ini merupakan tanjakan terberat se-Asia dalam ajang balap sepeda dunia dengan kondisi jalur curam dan menantang.
"Etape ini merupakan pembuktian raja tanjakan karena rutenya didominasi tanjakan yang cukup berat, sehingga membutuhkan tanjakan ekstra untuk menaklukkan etape ini," kata Chairman TdBI Guntur Priambodo.
Tampil sebagai juara di etape keempat ini yaitu Merhawi Kudus (Terengganu Cycling Team). Pembalap asal Eritrea ini juga menjadi juara overall di ajang TdBI.
Mantan pembalap tim Astana dan EF Education-EasyPost ini menyelesaikan rute sepanjang 162,8km dengan catatan waktu 4 jam 34 menit dan 56 detik.
Artikel Terkait
Tim Balap Sepeda Jepang Gunakan Sepeda Baru Seharga Rp1,75 Miliar Demi Emas Olimpiade Paris
Jangan Anggap Sepele, Posisi Sadel Sepeda yang Salah Bisa Berakibat Fatal!
McLaren Rilis Sepeda Gunung Listrik Paling Kuat di Dunia dengan Teknologi Motorsportnya
Ban Sepeda Balap dengan Teknologi Vortex Generators yang Digunakan di Tour de France