Terpenting, semua pihak tidak saling tuding dan tidak salah menyalahkan. Tetapi, sama-sama bertekad untuk perbaikan. Siapapun dia (atlet, pelatih, ofisial, termasuk pemerintah dalam hal ini Kemenpora) tentu tidak ingin gagal.
Jadi, jika faktanya medali emas baru berhasil diraih tiga hari menjelang penutupan, itu perlu kita intropeksi diri.
Baca Juga: Peraih 2 Medali Emas Olimpiade Paris 2024 Ini Bergaya Pakai Jam Tangan Seharga Rp3 Miliar
Cabor panahan, bulutangkis, dan angkat besi yang hampir selalu mampu mempersembahkan medali, tiba-tiba nihil, pasti ada yang keliru. Beruntung ada cabor panjat tebing dan bersyukur juga nomor Speed dipertandingkan.
Di Tokyo 2020, ketika cabor panjat tebing pertama secara resmi dipertandingkan, nomor andalan atlet Indonesia tidak dipertandingkan. Kedepan, selain nomor kecepatan, rasanya perlu juga kita persiapkan atlet untuk nomor lainnya.
Emas dari Mas Veddriq Leonardo, sungguh terasa manis yang luar biasa.....
Artikel Terkait
Pelatih Kepala Nova Arianto Panggil 32 Pemain untuk Seleksi Tim U17
Pertandingan Persahabatan Southampton dan Lazio Berakhir dengan Keributan Antarpemain
Atlet Lompat Galah Kanada Ini Selebrasi Twerking, Fans Bereaksi Gaduh
Universitas Esa Unggul Gelar ISPEN 2024, Ajak Masyarakat Peduli Gizi dan Lakukan Aktivitas Fisik
Al Nassr akan Lepas Alex Telles, Cristiano Ronaldo Kehilangan Rekan Setim Lagi?