Perubahan Kecepatan Angin di Paris Jadi Tantangan Para Panahan Indonesia

Suryansyah, Sportlink News
- Minggu, 25 Agustus 2024 | 07:45 WIB
Para panahan Indonesia akan memanfaatkan hari-hari akhir menuju pertandingan untuk mempelajari lagi angin kencang Paris yang mendadak datang. (npc indonesia)
Para panahan Indonesia akan memanfaatkan hari-hari akhir menuju pertandingan untuk mempelajari lagi angin kencang Paris yang mendadak datang. (npc indonesia)

SportlinkNews - Keputusan tim Para Panahan Indonesia untuk datang lebih awal ke Paris, Prancis, terbukti tepat.

Perubahan kecepatan angin yang terjadi di Paris menjadi tantangan berat bagi Ken Swagumilang dan kawan-kawan menuju Paralimpiade 2024.

Para panahan menjadi satu dari dua cabang olahaga yang diberangkatkan lebih awal ke Paris.

Lima atlet para panahan dan empat atlet boccia sudah bertolak dari Indonesia pada 5 Agustus 2024 lalu untuk adaptasi lebih awal.

Baca Juga: Kontingen Indonesia Mulai Berlatih di Paris, Kampung Atlet Paralimpiade Memuaskan

Keputusan ini terbukti tepat, terutama untuk cabor para panahan yang sangat berpengaruh dengan kecepatan angin saat perlombaan.

Atlet para panahan Indonesia, Ken Swagumilang bercerita tentang perubahan kecepatan angin di Paris yang sulit diprediksi.

"Latihan kita lebih banyak di penguasaan kondisi dan lingkungan seperti cerah, mendung dan angin. Angin hari ini luar biasa kencangnya, tidak tahu kenapa kencang banget dari pagi. Selama di sini belum pernah berlatih dalam kondisi angin sekencang hari ini, tingkat kesulitan lebih tinggi, cukup sulit dan menantang," kata Ken Swagumilang.

Baca Juga: Kremes hingga Keripik Jadi Senjata Khusus Atlet Indonesia Kejar Prestasi di Paralimpiade 2024

"Tetapi, saya sudah siap dengan kondisi cuaca dan angin. Saya menikmati siapa pun lawan yang saya temui. Di para panahan itu random, tidak ada juara bertahan yang di atas terus, lalu turun peringkat dua atau tiga. Kadang kalah di perempat final tiba-tiba bisa dapat emas," lanjut Ken Swagumilang.

Diakui kondisi ini menyulitkan tetapi dia tak ingin mencari alasan karena semua atlet juga mengalami hal yang sama.

"Sekarang sudah mendekati skor sempurna di mix compound dan individual. Beberapa orang sudah mendekati skor juga, tetapi panahan ini tidak bisa ditebak," ungkap Ken Swagumilang.

Baca Juga: Daya Tahan Otot: Sains, Penjelasan dan Cara Berlatih

Sementara itu, pelatih kepala para panahan Indonesia, Idya Putra Harjianto, menyebut masa adaptasi sejak 7 Agustus lalu berjalan sesuai harapan. Lima atlet para panahan melalui cuaca dari yang terdingin 12 derajat sampai yang terpanas 37 derajat.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Sumber: npc indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X