"Kita hanya melatih menghafal tekanan angin seberapa kencang dan seberapa mengubah arah bidikan, agar saat hari H Insya Allah tidak ada halangan," jelas Idya Putra Harjianto.
Para panahan Indonesia akan memanfaatkan hari-hari akhir menuju pertandingan untuk mempelajari lagi angin kencang Paris yang mendadak datang.
Namun, Ken Swagumilang dkk. hanya didorong untuk mencapai skor satu sesi agar peak performance sesuai rencana.
"Target minimal bisa masuk semifinal, karena biar bagaimanapun kita sudah sampai di sini dengan kekuatan lima atlet, paling tidak ada yang ke semifinal. Untuk pesaing terberat dari India dan Cina," ungkap Idya Putra Harjianto.
Baca Juga: Hindbag Rilis Koleksi Tas Olahraga dari Bahan Daur Ulang
Pada Paralimpiade 2024, cabang olahraga para panahan akan terpusat di Les Invalides, Paris, Prancis.
Selain Ken Swagumilang yang turun di nomor open mens compound dan mixed team compound, tim para panahan Indonesia juga mengandalkan Kholidin (open mens recurve dan mixed team recurve), Setiawan (open mens recurve dan mixed team recurve), Teodora Audi Ferelly Ayudia (open womens compund dan mixed team compound) serta Wahyu Retno Wulandari (open womens recurve dan mixed team recurve).
Artikel Terkait
Jorge Lorenzo Sebut Performa Marc Marquez Terbebani Cedera yang Dialaminya Empat Tahun Silam
Akhiri Mimpi Buruk Pelatih Persebaya Apresiasi Kerja Keras Pemainnya
10 Ribu Tiket Laga Timnas Indonesia Vs Australia Tersisa: PSSI Optimis Jelang Pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026
Hasil Liga Inggris: Manchester United Takluk dari Brighton, Gol Injury Time Joao Pedro Membawa Kekalahan untuk Setan Merah
Dana PSSI untuk Timnas Indonesia Bisa Tembus Rp800 Miliar, Erick Thohir Beberkan Rincian Kebutuhan