Para penggemar bola voli berharap bahwa tujuh pemain Thailand yang mendaftar akan dipilih dalam jumlah besar, dan memang, setter tim nasional Thailand Ponpoon Gedpard (Orlando Valkyries) dipilih sebagai yang pertama secara keseluruhan, dan outside hitter Wipawi Sitong (Hyundai Construction Hillstate) dipilih sebagai yang kedua.
Red Sparks, yang memiliki hak untuk memilih tempat ketiga, membuat pilihan yang tidak terduga. Ia memilih spiker opposite Megawati dari Indonesia, "pinggiran bola voli."
Indonesia adalah negara lemah yang tidak pernah mencapai hasil yang berarti dalam kompetisi internasional berskala Asia, apalagi Olimpiade.
Pendapat yang berlaku adalah bahwa terlalu ceroboh untuk memilih pemain dari Indonesia hanya berdasarkan tinggi badannya yang 185 cm.
Baca Juga: Marcus Rashford Kecantol Wanita Cantik dari Love Island
Red Sparks bahkan melanjutkan langkah tidak konvensionalnya dengan memilih outside hitter Giovanna Milana alih-alih spiker opposite dalam draft pemain asing berikutnya.
Pemilihan outside hitter yang akan memperbolehkan pemain asing untuk berpartisipasi dalam penerimaan servis berarti bahwa Megawati, yang terpilih sebagai pemain kuota Asia, akan digunakan sebagai spiker lawan. Namun, pelatih Ko Hee-jin tidak butuh waktu lama untuk membuktikan bahwa pilihannya benar.
Megawati, yang bermain sebagai spiker opposite Red Sparks musim lalu, bermain dalam 35 pertandingan.
Ia mencatat peringkat ke-7 dalam perolehan skor (775 poin), peringkat ke-4 dalam tingkat keberhasilan serangan (43,95%), peringkat ke-2 dalam servis (0,25 per set), dan peringkat ke-3 dalam serangan back-up (43,65%).
Baca Juga: Hasil Rakernas KONI 2024: Mendesak Bentuk Pokja Untuk Mengkaji Permenpora Nomor 14 Tahun 2024
Berkat penampilan Mega yang melampaui ekspektasi dan mengambil alih sisi kanan, Red Sparks berhasil melaju ke babak playoff untuk pertama kalinya dalam 7 tahun sejak musim 2016-2017.
Nominasi Megawati untuk kuota Asia, yang diragukan oleh banyak penggemar bola voli, merupakan kesuksesan besar.
Penampilan Megawati yang melampaui musim lalu setelah menandatangani kontrak ulang.
Baca Juga: AAFI Bidik Olimpiade LA 2028 dan Pengembangan Ekosistem Flag Football di Indonesia
Pada hari terakhir bulan April, Red Sparks memperbarui kontraknya dengan Megawati dengan gaji tahunan sebesar $150.000 atau sekitar Rp 2,3 miliar.
Artikel Terkait
Venezia Makin Terpuruk, Eusebio Di Francesco Berisiko di Ujung Tanduk
34 Menit Kebobolan 4 Gol Lawan Arsenal, Penggemar West Ham Tinggalkan Stadion
Atletico Pesta 5 Gol, Pelatih Paulo Pezzolano Dalam Tekanan
Liverpool vs Manchester City: Lima Aspek Utama yang Dapat Menentukan Pertandingan
Prediksi Man Utd vs Everton: Ujian Kandang Pertama Amorim