Sementara itu, Ketua Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Suryansyah berpandangan bahwa Menpora Dito seperti jeruk makan jeruk. Ia menilai pemerintah atau Menpora mestinya bertugas sebagai regulator bukan operator.
"Ibarat permainan sepak bola, Menpora Dito terjebak perangkap offside. Maksudnya ingin cetak gol, tapi sudah berlari lebih dulu sebelum menerima umpan," ujar Suryansyah.
Siwo PWI menurut Suryansyah telah memberikan ruang kepada Menpora Dito untuk memberikan tanggapan mengenai kontroversi Permenpora Nomor 14 Tahun 2024 yang meresahkan masyarakat olahraga itu, lewat seminar olahraga di Bandung, Jawa Barat pada 12 Desember 2024 lalu. Tapi, Menpora Dito tidak merespon.
"Menpora Dito seperti melempar bola ke Wamenpora yang kemudian dioper lagi ke Deputi IV. Lalu dioper lagi ke Asisten Deputi IV yang akhirnya tidak memanfaatkan ruang tersebut untuk menjelaskan kepada masyarakat olahraga. Sungguh, kami sangat menyayangkan sikap Menpora yang menghindar dari media," pungkasnya.
Artikel Terkait
Gaji Megawati Cuma Rp 2,4 Miliar, Media Korea Bilang Terlalu Kecil dan Tidak Adil
Arsenal Rilis Jaket Kerja Terinspirasi dari Fans Viral 'Coat Guy'
Arema FC akan Berikan Kejutan Kepada Persib di Pekan ke-20 Liga 1 2024/2025
Lazio 3-1 Real Sociedad: Aquile yang Dominan Melaju ke Babak 16 Besar
AZ Alkmaar 1-0 Roma: Troy Parrott Mengejutkan Giallorossi