Gugatan Antitrust UFC Berakhir, Hakim Setujui Pembayaran $375 Juta untuk Petarung

Muhammad Zaki Fajrul Haq, Sportlink News
- Jumat, 7 Februari 2025 | 22:00 WIB
Gugatan Antitrust UFC resmi berakhir setelah hakim menyetujui pembayaran $375 juta untuk para petarung. (Twitter.com/@jerrycollender1)
Gugatan Antitrust UFC resmi berakhir setelah hakim menyetujui pembayaran $375 juta untuk para petarung. (Twitter.com/@jerrycollender1)

Kesepakatan akhir ini tercapai pada Oktober 2024 sebelum akhirnya disetujui oleh pengadilan pada Februari 2025.

Baca Juga: Patrick Kluivert Nongol di Indomilk Arena, Pantau Pertandingan Persita vs Persik Kediri

Menanggapi keputusan ini, mantan juara dunia kelas ringan UFC, Eddie Alvarez, menyampaikan reaksinya melalui akun media sosial X.

"Wow … kesepakatan penyelesaian dalam gugatan antitrust UFC akhirnya selesai. ($)375 juta diberikan kepada para petarung hari ini."

"Secara pribadi, saya pikir jumlahnya seharusnya mendekati satu miliar, tetapi salut untuk para petarung dan pengacara yang telah berjuang selama satu dekade," tulis Alvarez.

Baca Juga: Marcelo Resmi Pensiun, Sahabat Cristiano Ronaldo Satu per Satu Tinggalkan Sepak Bola

Penyelesaian kasus ini mengakhiri perjuangan hukum yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade. Ketika gugatan ini pertama kali diajukan pada 2014, tuduhan utama yang disampaikan adalah mengenai ketimpangan bayaran petarung akibat dominasi UFC di pasar MMA.

UFC dituduh menerapkan taktik monopoli, terutama melalui akuisisi organisasi pesaing seperti World Extreme Cagefighting (WEC) pada 2010 dan Strikeforce pada 2011.

Dengan penggabungan ini, seluruh kontrak petarung dari dua organisasi tersebut berada di bawah kendali UFC, yang semakin memperkuat dominasinya.

Baca Juga: Hasil Liga 1: Persita Balas Persik Lewat Gol Tunggal Ryuji Utomo

Seiring berjalannya waktu, semakin banyak petarung menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap sistem pembayaran UFC, termasuk legenda MMA seperti Georges St-Pierre.

Hal ini memicu diskusi mengenai pembentukan serikat petarung di Amerika Serikat untuk melindungi hak-hak mereka.

Pada akhir 2016, St-Pierre bersama beberapa petarung ternama lainnya mencoba membentuk asosiasi petarung untuk memperjuangkan kesejahteraan atlet MMA.

Baca Juga: Franco Morbidelli Tampil Tercepat di Tes Resmi MotoGP Sepang, Bagnaia dan Marquez Terjatuh

Namun, upaya tersebut belum menghasilkan dukungan jangka panjang yang signifikan, meskipun St-Pierre tetap aktif dalam kampanye ini.

Halaman:

Editor: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Sumber: insidersport

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Model Ini Kesal Suaminya Ditampar Jude Bellingham

Minggu, 19 Juli 2026 | 08:45 WIB

Pacar Haaland Kejutkan Penggemar

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:43 WIB

Penampakan Pembawa Keberuntungan Timnas Inggris

Minggu, 12 Juli 2026 | 07:17 WIB

Prancis yang Menang, London Bergejolak

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:19 WIB
X