SportlinkNews - Kemenpora menggelar seleksi nasional (seleknas) tiga cabang olahraga yang sedang bermasalah organisasinya untuk persiapan SEA Games 2025. Ketiganya yakni tenis meja, tinju, dan sepak takraw.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, menegaskan karena multievent adalah partisipasi negara, sehingga pihaknya pun mengambil sikap untuk cabang-cabang olahraga yang masih mengalami masalah di federasinya.
Seperti yang diketahui, kepengurusan tenis meja hingga saat ini terbelah menjadi tiga federasi.
Baca Juga: Selebrasi HUT ke-74 PBSI, Fadil Imran: Prestasi Bukan Hanya Tentang Kemenangan tapi Juga Tentang Proses
Lalu sepak takraw yang masih dualisme, dan tinju yang tidak lagi diakui kepengurusannya oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) karena tidak berafiliasi dengan World Boxing, international federation yang kini diakui IOC sebagai satu-satunya organisasi tinju dunia.
"Langkah ini diambil demi menyelamatkan kepentingan atlet dan pelatih yang telah berlatih keras demi membela Merah Putih, tapi karena kendala di pengurusan federasinya jadi tidak bisa ikut," kata Dito.
Mengapa memegang ketiga cabang olahraga ini, Dito mengatakan, bukan hanya karena organisasinya yang masih bermasalah, tetapi juga karena ketiganya memiliki catatan prestasi yang cukup bagus di level Asia Tenggara dan bahkan Asia.
Baca Juga: Prediksi Bodo Glimt Vs Tottenham: Awas, Kutukan Laga Tandang!
Tenis meja dulu sempat berjaya dengan membawa pulang tujuh emas di SEA Games. Tinju pun pernah menembus Asian Games bahkan tampil ke Olimpiade, dan sepak takraw yang selalu jadi andalan di SEA Games.
Meski bersifat terbuka, tetapi untuk bisa mengikuti seleknas, Dito mengatakan, ada beberapa kriteria baik yang harus dipenuhi atlet.
Tapi, yang pasti pihaknya tidak melihat dari federasi mana atau versi siapa organisasinya atlet.
Baca Juga: Prediksi Manchester United Vs Athletic Bilbao: Setan Merah 98 Persen Ke Final
"Kami ingin memastikan bisa mengirimkan atlet yang siap untuk tampil di SEA Games, Desember nanti. Waktu SEA Games Kamboja, kami juga melakukan hal serupa tetapi karena waktunya pendek, waktu itu hanya tenis meja yang berangkat," ucap Dito
"Atlet manapun boleh ikut serta. Dari pengprov, dari sasana, klub, atau komunitas boleh ikut seleksi, termasuk para mantan-mantan atlet bisa juga ikut seleksi untuk pelatih," tambahnya.
Deputi IV Bidang Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono menambahkan, nantinya sistemnya turnamen dengan round robin.
Baca Juga: Rekam Jejak Inter Milan dan PSG Menuju Final Liga Champions di Munich Jerman
Atlet yang boleh ambil bagian untuk Seleknas ini adalah para juara Pekan Olahraga Nasional (PON), juara Kejuaraan Nasional, medali SEA Games, dan atlet Asian Games.
Seleknas akan dimulai dari tenis meja pada 25–28 Mei 2025, di GBK lantai 2. Dilanjutkan tinju pada Juni dan sepak takraw pada awal Juli di lokasi yang sama.
"Mereka yang terbaik akan masuk ke Pelatnas dengan kuota maksimal sesuai kebutuhan SEA Games," imbuh Surono.
"Usia peserta disesuaikan dengan persyaratan masing-masing cabor dari internasional federasinya. Untuk tenis meja 16-30 tahun, tinju 20 tahun ke atas, dan sepak takraw 20-28 tahun," tambahnya.
Pendaftaran dilakukan di lantai 4 Asdep Olahragawan Elite di GBK Arena.