SportlinkNews – Indonesia menunjukkan keseriusannya untuk berperan lebih di panggung olahraga internasional.
Ketua Umum Komite Olimpiade (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari melakukan pertemuan dengan Presiden International Olympic Committee (IOC) terpilih, Kirsty Coventry, di sela-sela General Assembly Olympic Council of Asia (OCA) di Kuwait City, Senin lalu, 12 Mei 2025.
Bukan hanya sekedar bersilaturahmi, tetapi NOC ingin menjalin hubungan yang lebih aktif lagi dan memperluas peran dalam pengembangan olahraga dunia.
Baca Juga: Jarred Dwayne Shaw Terseret Obat Terlarang, IBL Siap Black List dari Kompetisi
Dalam pertemuan itu, Raja Sapta didampingi oleh Komite Eksekutif NOC Indonesia Josephine Tampubolon dan Wakil Sekjen III Daniel Loy.
"Ini bagian dari diplomasi olahraga Indonesia untuk memperkuat jejaring global. Jadi pertemuan ini sangat penting untuk sinergi jangka panjang antara NOC Indonesia dan IOC," kata Okto, sapaan akrab Raja Sapta dikutip dari NOC Indonesia.
"Indonesia ingin menjadi bagian dari solusi global untuk memajukan olahraga. Dengan berkolaborasi erat bersama IOC, kita membuka peluang besar untuk pengembangan atlet, infrastruktur, memperkuat ekosistem olahraga, dan nilai-nilai Olimpiade di tanah air," tukasnya menambahkan.
Baca Juga: Final Coppa Italia, Milan Vs Bologna: Angka Bicara Sebelum Pertandingan
Terpilihnya Kirsty Coventry menjadi sejarah bagi dunia olahraga dunia. Pasalnya, dia merupakan Ketua IOC wanita pertama, menggantikan Thomas Bach.
Coventry merupakan wanita pertama asal Afrika yang terpilih sebagai Presiden IOC pada 20 Maret 2025, dalam sesi ke-144 IOC di Costa Navarino, Yunani.
Mantan perenang asal Zimbabwe ini sukses mengungguli tujuh kandidat lainnya dengan meraih 49 dari 97 suara sah.
Dalam pertemuan tersebut, Raja Sapta juga menyampaikan salam dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang saat ini menjabat sebagai Presiden Dunia Persilat.
Baca Juga: Ditinggal Empat Pemainnya, Bojan Hodak Siapkan Strategi Cadangan Hadapi Persita
Sebagai kenang-kenangan, Raja Sapta memberikan souvenir berupa ukiran kayu khas Indonesia sebagai simbol persahabatan dan undangan terbuka bagi Coventry untuk mengunjungi Indonesia.
"Kami ingin beliau bisa melihat langsung potensi besar yang dimiliki Indonesia, baik dari segi atletik, budaya olahraga, maupun semangat masyarakatnya," imbuh Raja Sapta kemudian.