Ia juga aktif mendidik generasi muda sepak bola melalui PSHW. Ia bersama rekan-rekannya di PSHW melatih sepak bola di lapangan Asri, Kuncen, Wirobrajan, DIY.
Lapangan pemberian Sultan Yogyakarta ini awalnya difungsikan sebagai area salat idul fitri/adha yang kemudian difungsikan juga sebagai area pusat pelatihan sepak bola generasi muda di Yogyakarta.
Dedikasinya di dunia sepak bola nasional tergambar jelas setelah Abdul Hamid BKN menjadi salah satu tokoh pemrakarsa berdirinya Persatuan Sepak bola Indonesia Mataram (PSIM Yogyakarta saat ini).
Baca Juga: Jonatan Christie Bangkit dan Tembus Semifinal Denmark Open 2025
Jejak dan perhatian yang dicurahkan untuk persepakbolaan tanah air kemudian menetes ke anaknya, yaitu Muhammad Dasron Hamid.
Dasron Hamid bahkan pernah menjabat sebagai Ketua Persatuan Sepakbola Indonesia Mataram (PSIM) Yogyakarta selama tiga periode.
“Para pendukung setia laskar Mataram pasti tahu semua tentang sejarahnya, apalagi yang mengalami PSIM era 90 sampai 2000 an awal,” kata Fajar Junaedi.
Baca Juga: Hasil Super League: Persita Jegal PSIM Yogyakarta, Rayco Rodriguez Cetak Brace
Abdul Hamid BKN meninggal dunia pada hari Rabu, 6 Juli 1977 di Yogyakarta dengan meninggalkan catatan bersejarah bagi Muhammadiyah dan sepak bola nasional.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)