ragam

SEA Games 2025: Lima Laporan Masuk, NOC Indonesia Nilai Awareness Safeguarding Atlet Mulai Terbangun

Rabu, 24 Desember 2025 | 22:08 WIB
Safeguarding Officer NOC Indonesia, Tabitha Sumendap, bersama Sekjen KOI Wijaya Noeradi, dan Ketua KOI Raja Sapta Oktohari dalam jumpa pers hasil SEA Games 2025, di MOS Jakarta, 24 Desember 2025. (ISTIMEWA)

SportlinkNews - Komite Olimpiade Indonesia mencatat perkembangan positif dalam penerapan Safe Sport selama SEA Games 2025 Thailand. 

Melalui Task Force Safeguarding, NOC Indonesia menerima lima laporan dari cabang olahraga yang berbeda. Hal ini dinilai sebagai sinyal awal tumbuhnya kesadaran dan pemahaman terkait perlindungan atlet di lingkungan olahraga nasional.

Safeguarding Officer NOC Indonesia, Tabitha Sumendap, menyampaikan bahwa laporan yang masuk justru menunjukkan mekanisme safeguarding mulai dikenal dan dipercaya oleh atlet maupun ofisial. 

Baca Juga: Napoli Berisiko Larangan Transfer & Lazio Bebas Setelah Tinjauan Keuangan Serie A

Menurutnya, keberanian untuk melapor merupakan fondasi penting dalam membangun budaya olahraga yang aman, beretika, dan berorientasi pada kesejahteraan atlet.

"Selama SEA Games Thailand, awareness sudah berjalan. Masuknya laporan safeguarding menjadi indikator bahwa sistem perlindungan atlet mulai dipahami dan dimanfaatkan," ujar Tabitha dalam jumpa pers di Menara Olahraga Senayan, Rabu, 24 Desember 2025.

Di tahap awal, kemauan untuk melapor dinilai sebagai langkah besar.

Baca Juga: Barcelona Gelar Pemilihan Pemain Terbaik dalam 25 Tahun Terakhir, Libatkan Penggemar dari Seluruh Dunia

Lima laporan tersebut mencakup beragam dugaan pelanggaran, mulai dari harassment, insult and intimidation, sexual abuse, hingga psychological abuse. 

Seluruh laporan ditangani dengan prinsip kerahasiaan dan kehati-hatian, tanpa membuka identitas pelapor, pihak terlapor, cabang olahraga, maupun jabatan yang terlibat.

Tabitha menjelaskan, setiap laporan yang diterima tidak langsung diputuskan, melainkan melalui proses validasi terlebih dahulu sebelum diteruskan ke SEA Games Federation (SEAGF) Safeguarding sesuai prosedur internasional. 

Baca Juga: Cedera Isak Tak Ubah Rencana, Arne Slot Fokuskan Liverpool ke Laga Terdekat

Tindak lanjut dilakukan secara bertahap, dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakter kasus serta tingkat risiko yang muncul.

"Penanganan dilakukan berbasis risiko, mulai dari pendekatan personal oleh safeguarding officer, koordinasi dengan federasi terkait, hingga rekomendasi penonaktifan sementara jabatan bagi pihak berisiko tinggi sambil menunggu validasi lanjutan," jelas Tabitha.

Untuk kasus dengan potensi risiko tinggi, khususnya yang berkaitan dengan kekerasan seksual atau fisik, NOC Indonesia tidak menutup kemungkinan merekomendasikan penarikan atlet dari arena pertandingan demi keselamatan. 

Baca Juga: Museum Juventus Gelar Pameran Perjalanan Sang Legenda Alessandro Del Piero

Sementara itu, laporan yang masih bersifat witnessing atau pengamatan tetap ditindaklanjuti melalui edukasi dan penguatan awareness, agar korban memiliki keberanian untuk menyampaikan laporan secara langsung.

Selama SEA Games 2025, pendekatan personal oleh Safeguarding Officer telah diterapkan pada dua cabang olahraga.

Seluruh proses dilakukan secara tertutup dan beretika, sebagai bagian dari komitmen NOC Indonesia dalam menciptakan lingkungan kompetisi yang aman dan manusiawi. 

Baca Juga: Thunder Menang Meyakinkan, Assist Shai Gilgeous-Alexander Jadi Kontroversi

Upaya ini juga diperkuat dengan keterlibatan keahlian lintas disiplin, termasuk aspek hukum.

Ke depan, langkah penguatan safeguarding juga akan dilakukan di level regional.

SEA Games Federation (SEAGF) merencanakan pembentukan struktur safeguarding yang lebih permanen pada SEA Games berikutnya di Malaysia, termasuk usulan pembentukan Komisi Safeguarding SEAGF. 

Baca Juga: Saint Kitts and Nevis Konfirmasi Jadi Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Sejalan dengan itu, KOI telah menyusun agenda lanjutan dalam kalender Safeguarding 2026, di antaranya melalui kolaborasi dengan SEAGF dan Olympic Council of Asia (OCA), serta program edukasi langsung ke cabang-cabang olahraga nasional.

Sementara itu, Komisi Sports and Rule NOC Indonesia, Mahesa Arba, menegaskan bahwa seluruh laporan safeguarding diproses secara profesional dengan pendekatan hukum yang jelas.

Jika memenuhi unsur pelanggaran, penanganan dapat dilanjutkan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku di luar mekanisme olahraga.

Baca Juga: Setelah Datangkan Riquelme Sousa, Madura United Lepas Pemain Ukraina Valerii Hryshyn

"Safeguarding NOC Indonesia dirancang sebagai sistem yang komprehensif. Bukan hanya medis, tetapi juga melibatkan keahlian hukum," imbuh Mahesa.

"Setiap laporan dianalisis secara menyeluruh agar penanganannya tepat, adil, dan sesuai regulasi nasional maupun internasional. Tidak ada laporan yang diabaikan," tegasnya menambahkan.

Tags

Terkini

Model Terpanas Ivana Knoll Jebol gawang Inggris

Kamis, 4 Juni 2026 | 08:02 WIB