SEA Games 2025 Jadi Tolok Ukur Pertama Indonesia Menuju Asian Games dan Olimpiade

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Rabu, 24 Desember 2025 | 21:14 WIB
Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari. (NOC Indonesia)
Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari. (NOC Indonesia)

SportlinkNews - Hasil yang diraih Tim Indonesia pada SEA Games 2025 dinilai menjadi parameter awal dalam mengukur kesiapan Merah Putih menghadapi multievent dengan level persaingan yang lebih tinggi. 

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, menegaskan SEA Games merupakan tahap pertama sebelum Indonesia melangkah ke Asian Games dan Olimpiade.

Oktohari menjelaskan, SEA Games yang hanya diikuti 11 negara Asia Tenggara menjadi fondasi awal evaluasi.

Baca Juga: Sukses Raih Treble, Vietnam Perpanjang Kontrak Pelatih Kim

Setelah itu, tantangan akan meningkat signifikan di Asian Games dengan sekitar 45 negara peserta, sebelum akhirnya menghadapi Olimpiade yang melibatkan hampir 200 negara dari seluruh dunia.

"SEA Games ini adalah tolok ukur pertama kita. Dari sini kita bisa melihat di mana posisi Indonesia, sebelum nanti naik level ke Asian Games dan Olimpiade," ujar Oktohari dalam jumpa pers di Menara Olahraga Senayan, Jakarta, Rabu, 24 Desember 2025.

Dari hasil SEA Games 2025, KOI mencatat sejumlah capaian penting, termasuk lahirnya rekor-rekor baru yang tidak hanya melampaui standar SEA Games, tetapi juga menyentuh level dunia.

Baca Juga: Lionel Messi Berduka Adiknya Kecelakaan Serius, Pernikahan Harus Ditunda

Menurut Oktohari, hal tersebut menjadi indikator positif dari arah pembinaan olahraga nasional yang sedang dijalankan.

Selain prestasi di lapangan, KOI juga menyoroti keberhasilan diplomasi olahraga Indonesia. Salah satu capaian strategis adalah pemisahan kelas angkat besi untuk dua lifter andalan, Rizky Juniansyah dan Rahmat Erwin Abdullah.

Ini Oktohari adalah sebagai bagian dari persiapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Rizky diproyeksikan tampil di kelas 75 kilogram, sementara Rahmat akan bertanding di kelas 85 kilogram ke depannya.

Baca Juga: AFC Melarang Timnas Malaysia dari Piala Asia 2027 dan 2031

"Ini bukan hanya soal medali, tetapi juga bagaimana kita menyiapkan atlet secara tepat menuju Olimpiade. Diplomasi olahraga menjadi bagian penting dari proses itu," kata Oktohari.

Ia menegaskan pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan melalui tahapan yang berkesinambungan.

Oleh karena itu, KOI meminta seluruh pemangku kepentingan olahraga untuk menghargai proses yang sedang berjalan, meski di tengah euforia keberhasilan SEA Games masih terdapat berbagai dinamika.

Baca Juga: Jordan Brand Rilis Tatum 4 “All-Star”, Perayaan Cincin Juara Pertama Jayson Tatum

"Pembinaan itu bertahap dan berproses. Karena itu kami selalu menekankan pentingnya menghargai proses, meski dalam euforia tetap ada dinamika," ujarnya.

SEA Games 2025 juga menjadi ajang pembuktian bahwa dinamika internal di sejumlah cabang olahraga tidak mengganggu performa atlet di arena pertandingan.

Oktohari menyebut, cabang-cabang yang sebelumnya sempat diwarnai isu dualisme tetap mampu menunjukkan prestasi.

Baca Juga: Thunder Menang Meyakinkan, Assist Shai Gilgeous-Alexander Jadi Kontroversi

Tenis meja, misalnya, berhasil menyumbang dua medali perak dan tiga perunggu.

Tinju mencatatkan satu emas, empat perak, dan empat perunggu, sementara cabang berkuda turut menyumbang dua perak dan dua perunggu bagi kontingen Indonesia.

Hasil tersebut memperkuat pandangan KOI bahwa fokus pada atlet dan kompetisi harus tetap menjadi prioritas utama, terlepas dari dinamika organisasi di tingkat internal cabang olahraga. 

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X