ragam

Laju Medali Merah Putih Kian Kencang, Target Harian Terlampaui di APG 2025

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:24 WIB
Atlet Para Judo Indonesia Sahrul Sulaiman (kanan) membanting Atlet Judo Vietnam Tran V (kiri) dalam kategori Men's Individual -64 kg ASEAN Para Games 2025 di Hall The Mall Korat, Nakhon Ratchasima, Thailand, Selasa (22/1/2026). (Yoma Times Suryad)

SportlinkNews - Performa kontingen Indonesia di ASEAN Para Games 2025 Thailand menunjukkan penguatan signifikan. 

Memasuki hari kedua pertandingan, laju perolehan medali emas Merah Putih melampaui proyeksi harian yang telah disusun tim sejak awal kejuaraan.

Dalam kurun dua hari kompetisi, Indonesia mampu mengamankan 13 medali emas pada Kamis, 22 Januari 2026. Jumlah yang melampaui estimasi target harian.

Baca Juga: Pemulihan Cedera Belum Kelar, Jorge Martin Kemungkinan Gagal Mengikuti Tes Pramusim MotoGP Sepang

Capaian tersebut mempertegas konsistensi performa atlet lintas cabang olahraga, sekaligus mencerminkan kesiapan teknis dan mental yang matang.

Kolam renang menjadi salah satu sumber utama tambahan emas. Para perenang Indonesia tampil dominan melalui Januari di nomor Men's 200 meter Freestyle S5 dan Bayu Putra Yuda pada nomor Men’s 200 meter Freestyle S10. 

Keberhasilan sektor ini dilengkapi oleh Maulana Rifky Yavianda (Men’s Butterfly S12) serta Siti Alfiah di nomor Women’s 100 meter Freestyle S6.

Baca Juga: Beban Status Tunggal Putri Utama, Putri KW Gagal Tembus Perempat Final Indonesia Masters 2026

Kontribusi emas juga datang dari lintasan balap dan arena duel. Dari para cycling, Tifan Abid Alana dan Sufyan Saori sukses mengunci podium tertinggi pada nomor road race.

Sementara di arena para judo, Junaedi dan Sahrul Sulaiman memastikan supremasi Indonesia di kelas masing-masing.

Sektor para atletik tak kalah produktif. Deretan sprinter Indonesia seperti Purnomo Saptoyogo, Maria Goreti Sami Yati, Partin, Helin Wardina, hingga Firza Faturahman Listianto tampil konsisten dan menyumbang emas dari nomor-nomor bergengsi. 

Baca Juga: Skuat PSIM Yogyakarta Mulai Pulih, Laskar Mataram Bakal Jadi Ancaman Serius di Putaran Kedua Super League

Capaian ini menegaskan bahwa kekuatan Indonesia tak bertumpu pada satu cabang saja.

Dari arena angkat berat, debutan M. Mabruk Arib Dzaky kembali menambah pundi-pundi emas. Tampil di kelas 59 kilogram putra, lifter asal Kalimantan Barat itu menguasai pertandingan sejak angkatan awal hingga penentuan. 

Total angkatan 163 kilogram yang ia catatkan tak mampu dikejar para pesaingnya dari Filipina dan Vietnam.

Baca Juga: Diperkenalkan Raul Fernandez dan Ai Ogura, Trackhouse Bawa Dua Livery Istimewa untuk MotoGP 2026

Dzaky mengakui, kepercayaan diri menjadi faktor penting dalam penampilan perdananya di ASEAN Para Games.

Dukungan keluarga dan hasil latihan yang konsisten menjadi modal utama untuk tampil tanpa beban, meski menghadapi lawan berpengalaman.

Rangkaian hasil positif tersebut mendapat apresiasi dari Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir. Ia menilai capaian yang melampaui target harian menunjukkan karakter juang para atlet Indonesia.

Baca Juga: Marseille 0 Liverpool 3: Penghomatan Kepada The Beatles

Menurut Menpora, keberhasilan memecahkan rekor ASEAN Para Games dan surplus perolehan emas dalam dua hari awal menjadi bukti bahwa pembinaan atlet disabilitas berjalan di jalur yang tepat. 

"Luar biasa perjuangan para atlet kita di ASEAN Para Games yang dalam dua hari ini berhasil melampaui target emas harian," ucapnya.

"Kemarin targetnya 11 medali emas, namun kita mampu meraih 19 emas atau surplus delapan medali. Hari ini pun target 13 emas kembali terlampaui," kata Erick.

Baca Juga: Barcelona Tundukkan Slavia Praha, Hansi Flick Puji Pemainnya Tampil Apik di Cuaca Dingin dan Menguras Fisik

"Kita juga berhasil memecahkan rekor ASEAN Para Games. Ini bukti keseriusan para atlet dalam setiap pertandingan, sekaligus menunjukkan bahwa bangsa kita bukan bangsa yang mudah mengeluh, melainkan bangsa yang tangguh,” tukasnya.

Dengan posisi Indonesia yang terus bersaing di papan atas klasemen sementara, pemerintah berharap tren positif ini dapat dijaga hingga akhir penyelenggaraan.

"Hingga saat ini Indonesia menempati peringkat kedua, dan Kemenpora akan terus memberikan dukungan agar posisi ini dapat terjaga hingga akhir kompetisi," harap Erick.

Tags

Terkini