Sementara Juru BIcara F1 mengatakan kepada BBC, “Seperti biasa, kami memantau dengan cermat setiap situasi seperti ini dan bekerja sama dengan pihak berwenang terkait.”
Dijelaskan juga balapan Timur Tengah berikutnya dijadwalkan pada 12 April dan 19 April masing-masing di Manama, Bahrain dan Jeddah, Arab Saudi.
“Tiga balapan kami berikutnya berada di Australia, Tiongkok, dan Jepang dan bukan di Timur Tengah – balapan tersebut masih beberapa minggu lagi,” kata juru bicara F1.
Baca Juga: Apa yang Terjadi Jika Iran Mundur dari Piala Dunia 2026?
Sementara untuk gelaran WEC, dijadwalkan berlangsung di wilayah tersebut dalam waktu kurang dari tiga minggu.
Namun, ledakan dilaporkan terjadi di Doha, sekitar 20 mil dari Sirkuit Internasional Losail, tempat Prolog dijadwalkan pada 22-23 Maret sebelum pembukaan musim Qatar 1812Km pada 26-28 Maret.
“Keselamatan dan keamanan para peserta, personel, dan penggemar kami tetap menjadi prioritas utama kami."
"Oleh karena itu, manajemen FIA WEC terus berkomunikasi langsung dengan pihak berwenang terkait di Qatar,” kata WEC dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu.
“FIA WEC mengadakan pertemuan rutin dengan pihak berwenang Qatar mengenai acara Prolog dan Qatar 1812Km yang akan datang, yang dijadwalkan berlangsung pada 22-23 Maret dan 26-28 Maret."
“Kami akan terus mengevaluasi situasi setiap hari. Pembaruan lebih lanjut akan dikomunikasikan jika perlu.”
Baca Juga: Hindari Sanksi Bojan Hodak Enggan Bicara Soal Pertandingan Persib vs Persebaya
Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem telah menyatakan keprihatinannya atas situasi tersebut dan menyerukan persatuan di tengah konflik geopolitik.
“Sebagai Presiden FIA, saya turut berduka cita atas semua yang terdampak oleh peristiwa baru-baru ini di Timur Tengah,” tulis Ben Sulayem di Instagram pada hari Senin.
“Kami sangat sedih atas kehilangan nyawa dan berdiri bersama keluarga dan komunitas yang terdampak."