ragam

Mengenal Dua Lomba Balap Sepeda Terberat di Dunia

Jumat, 22 Maret 2024 | 02:00 WIB
Foto siluet pembalap Tour de France. (A.S.O/Pauline Ballet)

Atas kemenangannya di Tour de France, Maurice Garin diganjar hadiah uang sebesar 6.075 Franc (sekitar Rp103,9 juta dengan kurs Euro saat ini).

Selanjutnya, Tour de France selalu digelar setiap tahunnya. Saat pecah Perang Dunia Pertama (1914-1918), Tour de France sempat berhenti selama 4 tahun dan digelar kembali pada 1919.

Pun demikian saat Perang Dunia Kedua meletus. Usai Perang Dunia Kedua, Tour de France digelar kembali tahun 1947 hingga saat ini (2024) yang memasuki edisi ke-111.

Teknologi yang digunakan dalam tour ini juga semakin maju dibanding tahun-tahun sebelumnya. Saat ini peserta tour ini sudah dilengkapi dengan GPS Tracking yang bisa mencatat semua data pembalap.

Penggunaan drone dan sistem elektronik lainnya semakin memberikan tayangan visual yang menarik bagi penonton, baik yang langsung menyaksikan di jalan maupun yang mengikuti lewat siaran TV.

Tour de France 2024 akan digelar pada 29 Juni hingga 21 Juli 2024 dengan Grand Depart (start perdana) dilakukan di Kota Florence, Italia.

Giro d'Italia

Giro d'Italia jadi event balap sepeda terbesar kedua setelah Tour de France. (Giro d'Italia)

Giro d'Italia (Tour of Italy) atau disebut juga The Giro, merupakan balap sepeda jarak jauh untuk pembalap sepeda profesional yang diadakan selama tiga minggu pada bulan Mei/awal Juni di dan sekitar Italia.

Setelah Tour de France, balapan ini merupakan balapan paling penting kedua di dunia bagi para pembalap sepeda profesional. The Giro bisa dibilang sebagai alternatif baru bagi pembalap.

The Giro pertama kali digelar 13 Mei 1909. Edisi pertama Giro dilangsungkan di Loreto Place di Milan dan diikuti 127 pembalap yang menempuh jarak 2.448 km.

Giro d'Italia pertama membawa peserta dari Milan ke Naples dan kembali lagi dalam delapan hari dengan jarak rata-rata harian 300 km.

Baca Juga: 16 Atlet Pelajar Juara Student Athletics Championships (SAC) Indonesia akan Ikuti TC di Tiongkok

Pada masanya, itu adalah pencapaian yang luar biasa mengingat teknologi pada saat itu masih jauh dari teknologi saat ini.

Performa para pemabalap hampir bisa dikatakan sebagai manusia super. Sepedanya sangat berat dan juga tidak ada perpindahan gigi, sehingga harus mengayuh meski menuruni bukit.

Halaman:

Tags

Terkini

Ternyata Aktris Ini Rahasia Mbappe Moncer

Minggu, 19 Juli 2026 | 10:56 WIB

Model Ini Kesal Suaminya Ditampar Jude Bellingham

Minggu, 19 Juli 2026 | 08:45 WIB

Pacar Haaland Kejutkan Penggemar

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:43 WIB

Penampakan Pembawa Keberuntungan Timnas Inggris

Minggu, 12 Juli 2026 | 07:17 WIB