ragam

Larangan Hijab Bikin Prancis Nodai Semangat Olimpiade

Sabtu, 20 Juli 2024 | 08:00 WIB
Prancis larang atlet muslimnya berhijab di Olimpiade (IG @basketpourtoutes)

SportlinkNews - Olimpiade Paris 2024 akan dimulai dalam beberapa hari ke depan, tepatnya 26 Juli 2024. Ribuan atlet dari seluruh dunia akan berkumpul di Prancis demi meraih prestasi tertinggi.

Mereka akan bertanding, berlomba menjadi yang terbaik untuk mendapatkan medali sebagai pengakuan dan hasil dari kerja keras selama ini.

Mereka bersatu dalam slogan humanis Olimpiade Paris 2024: "Keunggulan, Rasa Hormat, Persahabatan."

Baca Juga: Larangan Hijab dalam Olahraga Prancis Tuai Protes Keras dari Amnesty International

Namun di balik kemegahan perhelatan Olimpiade Paris, ada cerita miris tentang bagaimana Prancis memperlakukan atletnya, terutama mereka yang berhijab.

Pada Olimpiade Paris 2024, Prancis sebagai tuan rumah melarang atlet wanita Muslimnya untuk mengenakan jilbab olahraga atau penutup kepala keagamaan lainnya saat mereka bertanding membela Prancis.

Larangan tersebut diberlakukan di beberapa cabang olahraga di Prancis, termasuk sepak bola, bola basket, dan bola voli, dalam kompetisi di semua tingkatan, termasuk tingkat remaja dan amatir.

Baca Juga: Rapha Rilis Koleksi Terbarunya, Ada Hijab Khusus untuk Bersepeda

Larangan tersebut melemahkan upaya untuk menjadikan olahraga lebih inklusif dan berarti bahwa pemain dan atlet Muslim yang mengenakan jilbab di Prancis akan terus didiskriminasi.

Amnesty International meresponnya dengan tegas dan jelas: larangan tersebut harus dibatalkan.

Amnesty International menilai bahwa larangan tersebut merupakan pelanggaran hak asasi perempuan dan anak perempuan Muslim.

Baca Juga: Pertarungan Seru Semifinal Euro 2024, Ini Data dan Fakta Menarik Duel Spanyol vs Prancis

Tidak ada perempuan yang boleh dipaksa untuk memilih antara olahraga yang mereka sukai atau keyakinan atau identitas mereka.

Helene Ba, seorang muslimah telah bermain bola basket sejak ia berusia lima tahun, dan merupakan salah satu pendiri organisasi akar rumput Basket Pour Toutes.

Halaman:

Tags

Terkini