Sayang, ketika laga memasuki momen krusial, Amri/Nita gagal memanfaatkan peluang dan harus kehilangan gim dengan selisih tipis. Situasi itu berimbas pada penampilan mereka di gim kedua.
"Pertandingan sebenarnya berjalan cukup baik karena kami bisa menerapkan strategi. Tapi sayang di gim pertama saat tensi tinggi, kami tidak bisa mengonversi menjadi kemenangan. Itu cukup berpengaruh ke gim kedua," ujar Amri usai laga.
Ia menambahkan, tiga turnamen beruntun yang sudah mereka jalani memberikan banyak pengalaman berharga.
Baca Juga: Hasil Super League: PSM Makassar dan PSIM Yogyakarta Berbagi Poin di Pekan Ketujuh
"Pelajaran yang kami dapat adalah bila main di level atas fokus harus terus terjaga. Satu-dua poin bisa menentukan hasil, dan itulah yang membedakan kami dengan Feng/Huang," jelas Amri.
Sementara itu, Nita menyoroti faktor kondisi lapangan yang turut memengaruhi jalannya pertandingan. Pasalnya hal itu membuatnya yang sempat bisa mengejar, tetapi malahan mati sendiri.
"Lalu di gim kedua kami kalah angin sehingga tekanan lawan terasa lebih cepat. Hari ini lapangan lebih berangin dibanding hari-hari sebelumnya," ucap Nita.
Baca Juga: MotoGP Jepang: Dua Pembalap Aprilia Terlibat Kecelakaan, Jorge Martin Alami Cedera Patah Tulang Selangka
Meski kecewa gagal ke final, Amri/Nita tetap mensyukuri capaian mereka yang kembali menembus babak semifinal turnamen level BWF Super 500.
"Secara hasil pasti belum puas, tapi kami bersyukur bisa melangkah sejauh ini, apalagi melihat lawan-lawan yang sudah kami lewati sebelumnya," tutup Nita
Artikel Terkait
Fajar/Fikri Jaga Asa Ganda Putra Indonesia di Korea Open 2025
Kalah dari Jonatan Christie, Alwi Farhan Tetap Bangga Tembus Semifinal Korea Open 2025
Ulangan Semifinal China Masters, Fajar/Fikri Hadapi Kim/Seo di Final Korea Open 2025
Jonatan Christie Capai Final Kedua Tahun 2025 di Korea Open
Jonatan Christie Puji Perkembangan Alwi Farhan Usai Duel Semifinal Korea Open 2025