SportlinkNews - Salah satu hal paling mengganggu saat sedang sakit atau terkena alergi musiman adalah hidung yang mampet. Kondisi ini membuat aktivitas bernapas melalui lubang hidung menjadi sangat sulit, bahkan terkadang terasa mustahil.
Namun, pernahkah Anda menyadari bahwa saat kondisi tubuh sedang sehat pun, terkadang hanya satu lubang hidung yang terasa lancar menghirup udara? Sebelum Anda panik dan mengira sedang tertular penyakit, ketahuilah bahwa fenomena tersebut adalah proses biologis yang normal.
Tanpa disadari, dalam sehari lubang hidung akan bergantian mendominasi aliran udara. Proses ini dikenal dengan istilah Siklus Nasal, sebuah mekanisme yang memegang peranan krusial bagi kesehatan indra penciuman kita.
Baca Juga: Napoli Tundukkan Torino 2-1, Dekati Tiket Liga Champions
Tubuh manusia secara otomatis mengganti dominasi aliran udara ini setidaknya setiap dua jam sekali saat terjaga. Frekuensi perpindahan ini cenderung melambat ketika tidur, seiring dengan menurunnya laju pernapasan dan volume udara yang keluar-masuk tubuh.
Siklus nasal memiliki dua fase utama. Fase penyumbatan (kongesti) dan fase pembersihan (dekongesti).
Pada fase penyumbatan, satu lubang hidung akan mengalami pengurangan aliran udara. Sebaliknya, lubang hidung di sisi lain akan terbuka lebar atau berada dalam fase dekongesti untuk membiarkan lebih banyak udara masuk.
Baca Juga: CAS Tolak Banding FAM, Tujuh Pemain Keturunan Malaysia Tetap Disanksi
Fase terbuka ini sebenarnya cukup melelahkan bagi jaringan hidung karena paparan udara terus-menerus dapat membuatnya kering dan terpapar patogen. Itulah sebabnya, hidung butuh istirahat dengan cara bergantian tugas.
Siklus ini diatur secara tidak sadar oleh hipotalamus di otak. Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa dominasi lubang hidung juga berkaitan dengan kondisi psikologis. Saat lubang hidung kanan lebih dominan, tubuh cenderung berada dalam kondisi siaga atau stres. Sebaliknya, saat lubang hidung kiri mengambil alih, tubuh biasanya berada dalam kondisi yang lebih rileks.
Ada beberapa alasan mengapa siklus nasal sangat penting bagi sistem pernapasan manusia. Pertama benteng pertahanan, yang pengertiannya lebih kurang 12.000 liter udara melewati hidung setiap hari. Siklus bergantian ini mengurangi risiko kerusakan jaringan dan memudahkan hidung menyaring patogen.
Baca Juga: Jalani Operasi Meniskus Paulo Dybala Bakal Istirahat Panjang
Kedua proses pemulihan, akibat paparan udara yang terus-menerus bisa mengeringkan lapisan hidung. Masa istirahat saat tersumbat memungkinkan jaringan untuk memperbaiki diri dan mencegah inflamasi.
Terakhir kelembapan dan suhu: Saat fase penyumbatan, aliran darah ke pembuluh hidung meningkat. Hal ini memastikan lubang hidung tetap lembap serta menghangatkan udara yang masuk ke paru-paru.
Artikel Terkait
Rahasia Performa Runners: Pola Makan Tepat Sebelum dan Setelah Lari
Cedera Lari: Simetri Kekuatan Pinggul untuk Kesehatan Kaki
Bolehkah Lari Tiap Hari? Ini yang Perlu Diketahui
Panduan Aman Mengenalkan Lari pada Anak Sejak Dini
Rahasia Lari Lebih Efisien: Kekuatan Betis Jadi Kunci Performa