Materi pelatihan mencakup berbagai aspek proses klasifikasi calon atlet disabilitas fisik, termasuk praktik langsung di Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia di Delingan, Kabupaten Karanganyar.
Salah satu pemateri, Retno Setianing, menilai keberadaan classifier sangat penting agar proses pembinaan atlet tidak salah sasaran.
Menurutnya, selama ini masih ditemukan kasus atlet yang sudah menjalani pembinaan panjang tetapi gagal memenuhi syarat saat proses klasifikasi resmi dilakukan.
"Kadang ada atlet yang sudah dilatih maksimal, tetapi ketika dibawa klasifikasi tidak memenuhi syarat. Sayang sekali proses pembinaannya," tutur Retno, Rabu, 20 Mei 2026.
Baca Juga: Ginting Awali Malaysia Masters 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
Karena itu, ia menilai Indonesia perlu memperbanyak tenaga klasifikator, khususnya untuk kategori disabilitas fisik, agar proses identifikasi atlet potensial bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.
Selain sesi teori, peserta juga mendapat praktik langsung melihat latihan atlet paralimpiade sekaligus melakukan simulasi klasifikasi di sejumlah cabang olahraga.
Retno menegaskan seluruh peserta nantinya harus melewati proses evaluasi sebelum dinyatakan layak menjadi classifier nasional.
"Ini proses yang tidak main-main karena mereka nantinya punya tanggung jawab di daerah masing-masing," imbuhnya.
Baca Juga: Totalitas Cadillac di Arena F1, Siapkan Simulator Canggih Hingga Fasilitas Daya Unit
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia, Rima Ferdianto, menjelaskan pelatihan kali ini merupakan tahap pertama yang difokuskan untuk wilayah Indonesia barat meliputi Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.
NPC Indonesia berencana melanjutkan pelatihan serupa untuk kawasan Indonesia Timur pada kuartal ketiga tahun ini.
Rima berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan lebih banyak classifier nasional yang nantinya membantu NPC daerah dalam proses pencarian dan klasifikasi atlet secara akurat.
Baca Juga: Adnan/Indah Menang, Ganda Campuran Indonesia Tambah Wakil di 16 Besar Malaysia Masters 2026
Hal senada disampaikan Plt Asisten Deputi Tenaga dan Organisasi Keolahragaan Prestasi Kemenpora, Leny Kurnia.
Ia menilai kebutuhan tenaga klasifikator di Indonesia masih sangat besar, terutama untuk mendukung peningkatan prestasi olahraga paralimpiade nasional.
"Semoga para peserta dapat menyebarkan ilmu yang diperoleh kepada rekan-rekan di daerah masing-masing. Harapannya agar pengembangan olahraga disabilitas bisa berjalan lebih merata di seluruh Indonesia," ucapnya.
Baca Juga: Ubed Bikin Kejutan, Jonatan Melaju Mulus, Thalita Tersingkir di Malaysia Masters 2026Dalam olahraga paralimpiade, klasifikasi menjadi elemen penting untuk memastikan atlet bertanding secara adil berdasarkan jenis serta tingkat hambatan yang dimiliki
Artikel Terkait
Tersisa Satu Harapan! Adnan/Indah Gugur, Ganda Campuran Indonesia Mulai Tergerus di French Open 2025.
Lewat Duel Dramatis, Adnan/Indah Tumbangkan Unggulan Ketujuh Indonesia Masters 2026
Indonesia Tambah Gelar di Thailand Masters 2026 Lewat Ubed dan Adnan/Indah
Menangi "Perang Saudara", Adnan/Indah Melaju di Swiss Open 2026
Adnan/Indah Menang, Ganda Campuran Indonesia Tambah Wakil di 16 Besar Malaysia Masters 2026