SportlinkNews - PSSI akhirnya memberikan tanggapan terkait kabar yang menyebutkan Indonesia terpilih sebagai salah satu tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026. Meskipun belum memberikan konfirmasi final, otoritas sepak bola nasional tersebut tidak menutup kemungkinan mengenai peran Indonesia dalam turnamen baru ini.
Ketidakjelasan mengenai format kompetisi masih menjadi sorotan utama bagi publik dan juga negara-negara anggota di kawasan Asia Tenggara. Sejak pertama kali diwacanakan oleh FIFA pada Oktober 2025, rincian mengenai perbedaan teknis antara ajang ini dengan Piala AFF belum dipaparkan secara mendalam.
Kabar yang beredar di kalangan menyebutkan bahwa turnamen ini kemungkinan besar menggunakan skema pembagian dua divisi yang sangat kompetitif. Indonesia diklaim berbagi tanggung jawab sebagai pusat penyelenggaraan bersama Hong Kong untuk mengakomodasi seluruh rangkaian pertandingan.
Baca Juga: Chelsea Mendekati Xabi Alonso untuk Posisi Manajer yang Kosong
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, memberikan keterangan mengenai sejauh mana proses komunikasi yang telah dijalin dengan pihak terkait. Ia mengonfirmasi adanya dialog intensif yang mengarah pada potensi penunjukan Indonesia sebagai lokasi pertandingan bagi tim-tim internasional tersebut.
"Belum. Ada pembahasan, salah satu pembahasannya ada ke sana lah," kata Arya kepada wartawan.
PSSI tampaknya memilih untuk bersikap hati-hati dalam memberikan informasi sebelum adanya rilis resmi dari badan sepak bola dunia tersebut. Ketidakpastian ini membuat para penggemar sepak bola di tanah air harus bersabar menunggu pengumuman formal mengenai kepastian tuan rumah.
Baca Juga: Rivalitas dengan Persib Semakin Sengit Usai Borneo FC Tundukkan Bali United FC
"Bisa jadi. Bisa jadi. Jadi kita tunggu aja. Karena belum diumumkan kan, tunggu yang mengumumkan lah," ujarnya.
Wacana partisipasi tim dari luar kawasan Asia Tenggara juga menjadi bumbu menarik dalam perkembangan berita mengenai FIFA ASEAN Cup 2026. Kehadiran tim undangan diharapkan mampu memberikan atmosfer kompetisi yang lebih segar dan meningkatkan nilai jual turnamen di mata global.
Selain Hong Kong yang disebut berperan ganda sebagai tuan rumah dan peserta, dua raksasa Asia lainnya juga dikabarkan masuk dalam daftar calon kontestan. India dan China diprediksi menjadi lawan tanding yang menambah bobot kualitas kompetisi bagi negara-negara anggota ASEAN lainnya.
Baca Juga: Jepang Jadi Satu-satunya Wakil Asia Penerima Hibah FIFA Global Citizen Education Fund 2026
Langkah FIFA untuk melibatkan tim di luar regional disinyalir sebagai strategi untuk membedakan ajang ini dengan turnamen tradisional Piala AFF. Transformasi ini dianggap perlu agar FIFA ASEAN Cup memiliki identitas unik serta daya tarik tersendiri bagi para sponsor dan pemegang hak siar.
Jika kompetisi hanya dibatasi bagi anggota regional semata, maka eksistensinya dinilai hanya akan menjadi sekadar pergantian nama dari kejuaraan yang sudah ada. Oleh karena itu, perluasan peserta menjadi poin krusial dalam perancangan regulasi turnamen yang baru pertama kali digelar oleh FIFA ini.