SportlinkNews - Bersamaan dengan persiapan menuju AFF Championship, Pelatih Timnas Indonesia John Herdman juga mulai menyusun fondasi skuad garuda untuk menghadapi AFC Asian Cup 2027.
Dalam rangkaian TC beberapa bulan ke depan, Herdman menegaskan fokus utamanya adalah menemukan kombinasi terbaik antara pemain domestik dan diaspora Eropa sebelum menentukan 26 nama utama untuk turnamen tersebut.
Herdman memastikan training camp TC pada Mei diprioritaskan untuk pemain domestik, sedangkan sesi Juni akan diisi mayoritas pemain diaspora yang merumput di Eropa.
Baca Juga: Seniman Tato Sibuk, Fans Arsenal Merayakan Gelar Pertama dalam 22 Tahun
Menurutnya, peluang pemain yang merumput di Eropa untuk bergabung lebih cepat sebenarnya terbuka, tetapi situasi klub dan regulasi FIFA membuat proses itu sulit diwujudkan.
"Kesempatan bagi pemain Eropa untuk datang memang ada, tetapi klub-klub tidak akan mengizinkannya. Saya sudah berpengalaman dengan situasi seperti ini di CONCACAF, dan regulasi FIFA tetap harus dihormati," ujar Herdman di Jakarta, 22 Mei 2026.
Pelatih asal Kanada itu menilai periode ini menjadi kesempatan penting untuk memantau kualitas pemain lokal Indonesia secara lebih dekat.
Baca Juga: Jerman Finalisasi Skuad Piala Dunia 2026: Dominasi Bayern Muenchen, Ada Pemain Muda
Setelah sebelumnya banyak melihat pemain diaspora pada agenda internasional sebelumnya, kini ia ingin memperdalam evaluasi terhadap pemain domestik yang berpotensi masuk skuad utama AFC.
"Pada bulan Maret saya melihat pemain-pemain Eropa. Sekarang saya punya kesempatan melihat pemain domestik terbaik Indonesia. Jika mereka tampil bagus, mereka akan punya peluang dipilih untuk AFC," tuturnya.
Herdman menekankan tiga periode pemanggilan pemain ke depan akan menjadi fase krusial dalam proses pembentukan tim.
Baca Juga: Kane Dikaitkan dengan Kepindahan Ke Barcelona, Lebih Murah Dibanding 2 Target Utama
Dari fase tersebut, ia ingin memastikan siapa pemain lokal maupun diaspora yang benar-benar layak masuk skuad inti Timnas Indonesia.
Menurutnya, proses seleksi harus selesai jauh sebelum turnamen dimulai. Karena itu, pada November nanti fokus tim bukan lagi mencari pemain, melainkan langsung masuk tahap pematangan skuad final.
"Pada November saya tidak lagi berada dalam periode seleksi. Saat itu saya harus sudah mengetahui siapa 26 pemain terbaik yang akan dipersiapkan menuju AFC," tegasnya.
Baca Juga: Juventus Incar Pemain Keturunan Indonesia untuk Menambah Kreativitas
Selain membangun komposisi tim, Herdman juga mulai menyiapkan simulasi pertandingan dengan karakter lawan yang dianggap mirip dengan situasi di Piala Asia.
Salah satunya melalui laga melawan Timnas Mozambique yang dinilainya memiliki gaya permainan tak terduga, sulit diprediksi.
Menurut Herdman, Mozambik menawarkan tantangan berbeda karena minim informasi teknis yang bisa dipelajari. Situasi itu dianggap penting untuk melatih respons cepat para pemain saat menghadapi lawan tak terduga di turnamen besar.
Baca Juga: Dewa United Bidik Kemenangan dari Bali United FC tapi Itu Tidak Mudah
"Mereka datang dengan tim yang atletis dan kuat dalam transisi. Mereka juga bermain rapat dalam bertahan, mirip dengan karakter tim-tim di AFC. Ini akan menjadi ujian yang bagus untuk kami," jelasnya.
Ia menambahkan, kemampuan beradaptasi dalam waktu singkat menjadi aspek yang sangat penting di turnamen level Asia. Karena itu, laga-laga uji coba dengan karakter lawan yang tidak familiar dinilai bisa membantu mempercepat kesiapan tim.
Di sisi lain, Herdman juga menyinggung pentingnya posisi unggulan Indonesia dalam undian AFC nanti. Ia berharap Timnas Indonesia bisa berada di pot satu atau pot dua demi membuka peluang lebih besar melangkah jauh di turnamen.
Baca Juga: Striker PSIM Deri Corfe Bertekad Menutup Musim dengan Hasil Manis
"Kami ingin berada di pot satu atau pot dua AFC, dan itu menjadi pekerjaan penting bagi PSSI. Mereka sudah melakukan pekerjaan yang sangat baik untuk itu," pungkasnya.