SportlinkNews - Timnas bola voli putri Indonesia menghadapi dua wajah berbeda pada leg kedua SEA V Cup 2026 di Chiang Mai, Thailand.
Setelah menunjukkan mental luar biasa untuk bangkit dan menundukkan Vietnam, Srikandi Merah Putih justru harus mengakui keunggulan tuan rumah Thailand.
Indonesia menang dramatis 3-2 atas Vietnam pada Jumat , 7 Agustus, tetapi sehari berselang harus menyerah tiga set langsung dari Thailand dengan skor 18-25, 17-25, dan 12-25 di 700th Anniversary Chiang Mai Sports Complex.
Baca Juga: Pramusim: Kalah 0-3 dari Chelsea, Amorim Kantongi Pekerjaan Rumah Besar AC Milan
Kekalahan tersebut menjadi pengingat bahwa Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah untuk bisa tampil konsisten menghadapi tim-tim kuat di kawasan Asia Tenggara.
Melawan Thailand, Indonesia sebenarnya mencoba memberikan perlawanan sejak awal.
Namun, tuan rumah mampu mengambil kendali permainan dan terus menjaga jarak melalui tekanan servis serta serangan yang membuat pertahanan Indonesia kesulitan berkembang.
Baca Juga: Pramusim: Bukan Sekadar Menang, Ini Misi Xabi Alonso di Balik Kemenangan Chelsea atas Milan
Masalah penerimaan bola dan penyelesaian serangan membuat Indonesia tidak mampu mempertahankan momentum. Thailand akhirnya mengamankan set pertama dengan skor 25-18.
Situasi tidak banyak berubah pada set kedua. Indonesia sempat tertinggal 1-6 sebelum memangkas jarak menjadi 6-8.
Sayangnya, kesempatan untuk terus mengejar kembali terlepas setelah sejumlah kesalahan, termasuk servis yang gagal memberikan tekanan kepada lawan.
Baca Juga: Pavithran Bawa Malaysia ke Semifinal ASEAN Championship 2026, Harimau Malaya Tantang Vietnam
Tim pelatih kemudian melakukan rotasi dengan memberikan kesempatan kepada sejumlah pemain untuk tampil.
Arsela Nuari, Mediol Yoku, dan Chelsa Berliana diistirahatkan sehingga pemain lain mendapatkan menit bermain untuk menambah pengalaman.
Namun, Thailand tetap mampu menjaga kendali dan menutup set kedua dengan kemenangan 25-17.
Baca Juga: Sempurna di Grup B, Thailand Hantam Myanmar 2-0 dan Melaju ke Semifinal ASEAN Championship
Memasuki set ketiga, tekanan semakin sulit dibendung. Penerimaan bola yang belum stabil dan blok yang belum maksimal membuat Thailand leluasa memperlebar keunggulan.
Indonesia tertinggal 10-19 dan tidak mampu membalikkan keadaan. Thailand akhirnya mengunci kemenangan 3-0 setelah menutup set terakhir dengan skor 25-12.
Manajer Timnas voli putri Indonesia, Luciana Taroreh, menyebut hasil pertandingan tersebut tidak hanya dilihat dari sisi skor.
Baca Juga: Herdman Belum Kunci Kiper Ketiga Timnas Indonesia, Nadeo dan Cahya Masih Bersaing
Kesempatan bermain yang diberikan kepada sejumlah pemain pengganti menjadi bagian dari persiapan jangka panjang tim.
"Tim memberikan kesempatan kepada pemain pengganti untuk mendapatkan pengalaman dan membangun mental bertanding di level internasional," ujarnya.
"Meski hasilnya belum sesuai harapan, pertandingan ini menjadi bekal berharga bagi para pemain muda."
Baca Juga: John Herdman Petik Pelajaran dari Kegagalan Timnas Indonesia di ASEAN Championship 2026
Kekalahan dari Thailand memang terasa kontras dengan penampilan Indonesia sehari sebelumnya. Menghadapi Vietnam, Srikandi Merah Putih justru memperlihatkan daya juang yang menjadi salah satu modal penting mereka.
Indonesia sempat berada dalam posisi sulit setelah kehilangan dua set pertama dengan skor 20-25 dan 18-25. Namun, situasi tersebut tidak membuat para pemain kehilangan kepercayaan diri.
Arsella Nuari Purnama dan Ersandrina Devega menjadi motor kebangkitan Indonesia dengan masing-masing menyumbangkan 20 poin. Indonesia kemudian merebut set ketiga 25-22, dilanjutkan kemenangan 25-20 pada set keempat.
Baca Juga: Tambah Amunisi Lini Belakang, Persib Bandung Rekrut Danijel Loncar
Momentum tersebut akhirnya dituntaskan pada set penentuan. Indonesia tampil lebih tenang dan mampu mengunci kemenangan 15-9 untuk membalikkan keadaan menjadi 3-2.
Luciana menilai kemenangan atas Vietnam menunjukkan bahwa mental bertanding para pemain mampu menjadi pembeda ketika berada dalam tekanan.
"Para pemain menunjukkan semangat juang dan mental yang baik saat menghadapi tekanan," katanya.
Baca Juga: Bruno Guimaraes Resmi Berkostum Arsenal
Namun, kemenangan tersebut juga menjadi bahan evaluasi. Sebab, kemampuan untuk bangkit dari situasi sulit harus diikuti dengan konsistensi permainan ketika menghadapi lawan dengan karakter berbeda.
Kini, Filipina menjadi tantangan terakhir Indonesia pada leg kedua SEA V Cup 2026. Laga tersebut menjadi kesempatan bagi Srikandi Merah Putih untuk menutup rangkaian pertandingan di Chiang Mai dengan hasil positif.
Luciana memastikan tim tidak akan larut dalam kekalahan dari Thailand. Evaluasi segera dilakukan untuk memperbaiki berbagai aspek permainan sebelum menghadapi Filipina.
Baca Juga: Duet Park Jun-heong dan Marcelo Djalo Bakal Jadi Lini Pertahanan Persik yang Sulit Ditembus