Knicks Unggul 23-0 atas Jazz, Torehkan Selisih Pembukaan Terbesar di Era Statistik Modern NBA

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Minggu, 7 Desember 2025 | 00:11 WIB
New York Knicks vs Utah Jazz yang mencatatkan sejarah data baru NBA 2025/26. (@nyknicks)
New York Knicks vs Utah Jazz yang mencatatkan sejarah data baru NBA 2025/26. (@nyknicks)

SportlinkNewsNew York Knicks membuka laga dengan cara yang belum pernah terlihat sebelumnya. Menghadapi Utah Jazz di Madison Square Garden, Jumat malam waktu setempat, Knicks langsung tancap gas dan mencetak 23 poin tanpa balasan. 

Sebuah start yang kini tercatat sebagai selisih pembukaan terbesar sejak NBA mulai merekam detail statistik per detik pada 1997. Pada lanjutan NBA Cup 2025/26 ini Knicks menang 146-112. 

Ledakan ofensif Knicks itu terjadi bahkan sebelum Jazz mampu menyentuh angka. Karl-Anthony Towns menjadi pemantik dengan tembakan tiga angka, disusul rangkaian penyelesaian efektif dari Jalen Brunson dan rekan-rekannya. 

Ketika Brunson memasukkan tembakan di pertengahan kuarter pertama, Knicks telah menorehkan 23 poin sementara papan skor Utah tetap menunjukkan angka nol.

Utah sendiri baru memecah kebuntuan lewat aksi Keyonte George yang berhasil mencetak three-point play, menyisakan 5 menit 27 detik di kuarter pertama. Sebelum itu, Jazz gagal pada 12 percobaan tembakan pertama mereka dan tampak kesulitan menemukan ritme permainan.

Knicks menutup kuarter pertama dengan keunggulan 41–13, margin 28 poin yang juga menjadi yang terbesar bagi New York di era pencatatan play-by-play modern NBA. Secara keseluruhan, Utah hanya mampu memasukkan 4 dari 23 tembakan (17,4%) di kuarter pembuka tersebut.

Tambahan catatan buruk bagi Jazz, ini merupakan kali kedua musim ini mereka tertinggal 28 poin di kuarter pertama. Sebelumnya, Minnesota Timberwolves unggul 43–15 dalam kemenangan 137–97 atas Utah pada 7 November.

Situasi tak ideal ikut memengaruhi penampilan tim tamu. Jazz datang dari rangkaian perjalanan tandang lintas negara yang cukup ekstrem—dua pertandingan berturut-turut di kota New York. 

Sehari sebelumnya, mereka tampil luar biasa saat menumbangkan Brooklyn Nets setelah mencetak 42 poin di kuarter keempat. Pelatih Will Hardy pun mengakui tantangan berat tersebut. 

"Sepuluh jam di pesawat untuk dua pertandingan back-to-back memang tidak ideal," ujarnya. "Tapi setiap tim pasti melewati bagian jadwal yang sulit seperti ini."

Meski demikian, keunggulan sensasional Knicks di awal pertandingan tetap menjadi sorotan utama—sebuah sejarah baru dalam data NBA modern.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: nba.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X