SportlinkNews - Setelah menepi selama lebih dari sebulan, Giannis Antetokounmpo akhirnya kembali ke lapangan NBA.
Bintang utama Milwaukee Bucks itu tampil lagi usai absen 15 pertandingan akibat cedera otot betis kanan yang dideritanya sejak 23 Januari.
Comeback Giannis terjadi dalam laga melawan Boston Celtics, Senin malam, 2 Maret 2026, waktu setempat.
Baca Juga: Ketika Arena Menjadi Ruang Budaya: Jejak Tradisi dalam Olahraga Nusantara dan Dunia
Meski Bucks harus menelan kekalahan 81-108, peraih dua gelar MVP tersebut mencatatkan 19 poin dan 11 rebound dalam penampilan perdananya setelah pemulihan.
Pelatih Milwaukee, Doc Rivers, sebelumnya telah memastikan Giannis akan dimainkan dengan pembatasan menit.
Keputusan itu diambil untuk mencegah kambuhnya cedera, mengingat masalah betis juga sempat membuat pemain 31 tahun tersebut absen tiga pekan pada Desember.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Cristiano Ronaldo Evakuasi Keluarga ke Madrid
Musim ini menjadi salah satu yang paling menantang bagi Giannis dari sisi kebugaran. Ia telah melewatkan 29 pertandingan, jumlah terbanyak sepanjang kariernya, dengan 23 di antaranya disebabkan gangguan betis.
Dampaknya terasa pada performa tim. Bucks mencatat rekor 15-15 saat Giannis bermain dan 11-18 tanpa dirinya.
Kembalinya Giannis hadir di momen krusial. Milwaukee tengah berjuang menembus zona Turnamen Play-In SoFi demi menjaga peluang lolos ke playoff untuk ke-10 kalinya secara beruntun.
Baca Juga: Perang Lawan Perundungan Siber, Badminton World Federation Aktifkan Sistem Investigasi Terstruktur
Saat memasuki pekan ini, Bucks berada di peringkat ke-11 Wilayah Timur, terpaut tiga gim dari posisi ke-10 yang ditempati Charlotte.
Rivers menegaskan timnya belum menyerah dalam persaingan, meski kehilangan pemain terbaik dalam periode panjang.
Dalam lima pekan terakhir, manajemen juga tidak pernah mempertimbangkan untuk "mengistirahatkan" Giannis hingga akhir musim demi kepentingan draft.
Baca Juga: Nagelsmann Tetap Garansi Posisi Leon Goretzka di Piala Dunia 2026
Di tengah situasi tersebut, masa depan Giannis ikut menjadi sorotan.
Pada Oktober mendatang, ia memenuhi syarat untuk menandatangani perpanjangan kontrak empat tahun bernilai maksimal 275 juta dolar AS. Jika tidak, ia berpotensi memasuki pasar bebas setelah musim depan.
Meski demikian, Giannis menegaskan komitmennya saat ini tetap bersama Milwaukee. Ia mengaku mencintai kota tersebut, namun juga ingin berada dalam tim yang serius memburu gelar, sesuatu yang terakhir kali diraih Bucks pada 2021.
Baca Juga: Kasus Dugaan Kekerasan di Pelatnas Panjat Tebing, NOC Indonesia Aktifkan Safeguarding Task Force
"Jelas saya tidak bermain dengan baik, tapi pada akhirnya, saya hanya senang bisa berada di lapangan dan membantu rekan-rekan tim saya dengan cara apa pun yang saya bisa, serta melakukan apa yang saya cintai, yaitu bermain basket," imbuhnya.
"Saya hanya senang bisa berada di lapangan. Tidak masalah apakah saya bermain 18 menit, 20 menit, 22 menit, atau berapa pun, yang penting saya bisa berada di sana."
Secara statistik, Giannis masih tampil impresif dengan rata-rata 28 poin, 10 rebound, dan 5,6 assist per gim. Ia bahkan terpilih untuk All-Star ke-10 secara beruntun musim ini, walau cedera membuatnya tak bisa tampil.
Baca Juga: Ujian Berat di Jalur Juara, Persija Bersemangat Jamu Borneo FC
Kini, fokus utama Milwaukee adalah menjaga kondisi sang bintang tetap prima.
Artikel Terkait
Duet mematikan Gary Trent Jr. dan Giannis Antetokounmpo Bawa Bucks Unggul di Gim 3
Rockets Daratkan Kevin Durant, Incar Giannis untuk Duet Mematikan di NBA 2026
Nike Rilis Giannis Freak 7 Light Khaki, Siap Ramaikan Musim NBA Baru
Giannis Antetokounmpo Kembali Menepi, Bucks Hadapi Ujian Berat di NBA Cup 2025/26
Cedera Giannis Buka Jalan Fox ke NBA All-Star 2026