SportlinkNews - Performa impresif San Antonio Spurs musim ini menunjukkan satu hal penting, bahwa mereka bukan lagi tim proyek masa depan, melainkan kekuatan nyata dalam perebutan gelar NBA.
Pandangan itu datang dari pelatih Indiana Pacers, Rick Carlisle, yang menyebut Spurs sebagai salah satu tim yang layak diperhitungkan dalam persaingan juara.
Menurutnya, dominasi Spurs dalam banyak pertandingan menjadi bukti bahwa status tersebut bukan sekadar klaim.
Baca Juga: PBSI Panggil 8 Juara Seleknas 2026 ke Pelatnas
Di bawah kepemimpinan Victor Wembanyama, Spurs memang tampil luar biasa. Namun kekuatan mereka tidak berhenti pada satu nama.
Kombinasi performa tim yang solid membuat mereka konsisten berada di papan atas Wilayah Barat dengan rekor impresif.
Sejak awal tahun, Spurs menjelma sebagai salah satu tim dengan performa terbaik di liga.
Baca Juga: Bukan Gunung, Rahasia VO2 Max Pelari Elite Ternyata Ada di Kamar Mandi
Mereka mencatat persentase kemenangan tinggi (.775) sejak 1 Januari dengan rekor 31-9, termasuk 23 kemenangan dalam 25 laga terakhir, sekaligus mampu memberi tekanan serius kepada Oklahoma City Thunder dalam perebutan posisi puncak.
Secara keseluruhan, Spurs membukukan rekor 55-18 dan hanya terpaut tiga kemenangan dari juara bertahan, Thunder, di klasemen Wilayah Barat.
Bahkan, dalam pertemuan musim ini, Spurs unggul dengan memenangi empat dari lima laga melawan sang juara bertahan.
Baca Juga: Herdman Beri Ruang Pemain Muda, Siapkan Fondasi Timnas Menuju Piala AFF 2026
Pelatih kepala Spurs, Mitch Johnson, menilai timnya masih memiliki ruang untuk berkembang. Meski hasil sejauh ini positif, ia menekankan pentingnya menjaga fokus dan terus memperbaiki detail permainan.
"Kami menjalani musim yang positif sejauh ini, tetapi belum cukup sering bermain bersama untuk benar-benar memahami apa yang akan terjadi di setiap pertandingan," ujarnya.
"Kami sudah mengarahkan energi ke hal yang tepat, namun harus tetap fokus pada diri sendiri. Masih banyak yang perlu diperbaiki."
Baca Juga: Redam Ego, Gattuso Sengaja Coret Chiesa dari Skuad Italia
Wembanyama tetap menjadi pusat perhatian. Di musim ketiganya, pemain asal Prancis itu berkembang menjadi kandidat MVP sekaligus pilar pertahanan elit.
Dominasinya di kedua sisi lapangan memberi Spurs keunggulan unik yang sulit ditandingi.
Ia mencatat rata-rata 24,2 poin, 11,2 rebound, tiga assist, 3,1 blok, dan 1,1 steal, dengan akurasi tembakan 50,5% secara keseluruhan, 35,1% dari tripoin, serta 81,8% lemparan bebas.
Baca Juga: Herdman Bidik Kemenangan Perdana, Awali Era Baru Timnas di FIFA Series 2026
Bersamanya di lapangan, Spurs hanya kebobolan 103,5 poin per 100 possession dan unggul hingga 16,7 poin dibanding saat ia tidak bermain.
Wembanyama juga langsung mencuri perhatian sejak awal musim lewat penampilan 40 poin, 15 rebound, dan tiga blok dalam 30 menit melawan Dallas Mavericks.
Sejak saat itu, Spurs terus melaju, seiring peningkatan kemampuannya dalam mengatur permainan dan menembak yang membuat serangannya semakin sulit dihentikan.
Baca Juga: Elkan Baggott: Dari Bek Muda Jadi Pemimpin Masa Depan Lini Belakang Timnas
Namun, kekuatan Spurs tidak hanya bertumpu pada Wembanyama. Kehadiran pemain seperti De'Aaron Fox, Stephon Castle, hingga Devin Vassell memberikan kedalaman skuad yang solid.
Artikel Terkait
San Antonio Spurs Putus Lima Kemenangan Beruntun Houston di NBA Cup 2025/2026
Wembanyama Selamat dari Cedera Serius, Spurs Pilih Langkah Hati-hati
Wembanyama Bersinar Saat Comeback, Spurs Tetap Tumbang Tipis
Spurs Kian Percaya Diri, Wembanyama: Kami Sedang Berjuang untuk Sesuatu
Performa Gila Spurs, Wembanyama Tegaskan Ambisi Raih MVP