SportlinkNews - Laga penentuan akan tersaji saat Detroit Pistons menjamu Orlando Magic pada Gim 5 babak playoff NBA, Kamis, 30 April waktu setempat.
Dalam kondisi tertinggal 1-3, Pistons tak punya pilihan selain menang demi menjaga asa, sementara Magic hanya membutuhkan satu kemenangan untuk mengunci tiket semifinal.
Situasi ini menempatkan Orlando dalam posisi menguntungkan, namun bukan tanpa tekanan. Sejarah mencatat, keunggulan 3-1 bukan jaminan aman.
Baca Juga: Fokus Mental dan Chemistry, Galar Pandu Asmoro Ubah Pendekatan Timnas Panjat Tebing
Kasus comeback dramatis seperti yang pernah terjadi di masa lalu menjadi pengingat bahwa seri belum sepenuhnya selesai.
Ada beberapa faktor yang bisa menentukan jalannya Gim 5 ini. Pertama peran Stewart.
Performa Jalen Duren yang menurun dalam seri ini membuat pelatih Pistons, J.B. Bickerstaff, perlu memikirkan opsi lain. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Isaiah Stewart.
Baca Juga: Desak/Asih Pecahkan Rekor Dunia, Sumbang Emas Perdana Indonesia di Asian Beach Games Sanya 2026
Stewart tampil impresif sebagai benteng pertahanan, termasuk mencatat delapan blok di Game 4.
Kehadirannya terbukti mampu meredam efektivitas serangan Magic yang hanya mencatat akurasi 38,7 persen dalam seri ini. Mengoptimalkan perannya, bahkan sebagai starter, bisa menjadi kunci Pistons untuk memperlambat permainan lawan.
Kedua, efektifitas Cade Cunningham. Meski tampil sebagai motor serangan, Cunningham justru dibayangi masalah turnover. Dalam tiga laga terakhir, ia mencatat total 24 turnover, jumlah yang sangat merugikan tim.
Baca Juga: Paul Munster Sebut Persib Tim Kuat, Tegaskan Bhayangkara FC Fokus 100 Persen
Dominasi bola di tangannya membuat Cunningham jadi target utama pertahanan Magic. Namun, keputusan terburu-buru dan umpan yang kurang akurat memberi keuntungan tambahan bagi Orlando.
Jika Pistons ingin bangkit, Cunningham harus bermain lebih tenang dan menjaga penguasaan bola.
Ketiga, bayang-bayang sejarah. Di atas kertas, Magic berada di ambang kemenangan. Namun sejarah menyimpan cerita yang bisa menjadi tekanan tersendiri.
Baca Juga: Menuju Semifinal Piala Uber 2026, Indonesia Wajib Maksimalkan Sektor Ganda
Pada 2003, Orlando sempat unggul 3-1 sebelum akhirnya dibalikkan oleh Pistons.
Pelatih Jamahl Mosley pun memilih meredam euforia dan fokus pada satu pertandingan ke depan. Magic tentu tak ingin mengulang kisah kelam tersebut dan bertekad menutup seri secepat mungkin.
Dengan tekanan tinggi di kedua kubu, Gim 5 dipastikan berlangsung sengit. Pistons berjuang untuk bertahan, sementara Magic berupaya memastikan langkah tanpa memberi ruang bagi kejutan.
Artikel Terkait
Gillenwater Menggila, Dewa United Tembus Zona Playoff Usai Tekuk Hangtuah
Playoff NBA 2026 Dimulai, Cavaliers hingga Lakers Rebutan Gim 1
Mitchell-Harden Menggila, Cavaliers Kuasai Raptors dan Unggul 2-0 di Playoff
Raptors Samakan Kedudukan 2-2, Playoff Cavs vs Raptors Makin Panas di NBA 2026
Playoff NBA 2026: Pistons di Ujung Tanduk! Magic Rebut Gim 4 dan Kuasai Seri