Wembanyama Bersinar, Spurs Kembali ke Final NBA Setelah 12 Tahun

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Minggu, 31 Mei 2026 | 20:53 WIB
Sang 'pahlawan' San Antonio Spurs, Victor Wembanyaman di Final Wilayah Barat. Ia sukses meraih MVP Final Barat setelah sukses membawa timnya kembali ke final NBA untuk pertama kalinya sejak 2014. (AP)
Sang 'pahlawan' San Antonio Spurs, Victor Wembanyaman di Final Wilayah Barat. Ia sukses meraih MVP Final Barat setelah sukses membawa timnya kembali ke final NBA untuk pertama kalinya sejak 2014. (AP)

"Para pemain melakukan apa yang telah mereka lakukan sepanjang musim. Mereka menghadapi momen terbesar dalam karier mereka sejauh ini dan meresponsnya dengan luar biasa," tuturnya.

Baca Juga: Timnas Indonesia Semakin Mendunia, Kemenpora Sambut Positif Kolaborasi PSSI dan EA Sports FC

Salah satu momen penting pertandingan terjadi saat Luke Kornet melakukan blok krusial terhadap upaya dunk Isaiah Hartenstein pada kuarter keempat.

Aksi tersebut memicu momentum yang berujung pada laju poin Spurs dan mematikan semangat pendukung tuan rumah.

Di kubu Oklahoma City, Shai Gilgeous-Alexander kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu pemain terbaik NBA saat ini. MVP NBA dua musim beruntun itu mencetak 35 poin, sembilan assist, empat rebound, dan tiga steal.

Baca Juga: Menang di Asia, Atlet Selancar Indonesia Dhea Natasya Siap Tembus Kejuaraan Dunia World Longboard Tour 2026/27

Namun performa gemilang tersebut tidak cukup untuk membawa Thunder melangkah ke Final NBA.

Gilgeous-Alexander praktis bekerja sendirian karena minimnya kontribusi dari pemain inti lainnya. Cason Wallace menjadi satu-satunya starter lain yang mencapai dua digit poin dengan 17 angka.

Sebaliknya, Lu Dort hanya mencetak tiga poin, sementara kombinasi Chet Holmgren dan Isaiah Hartenstein hanya menghasilkan 11 poin serta sembilan rebound.

Baca Juga: Deretan Pelatih yang Sukses Meraih Gelar Juara Liga Champions, Luis Enrique Catat Rekor Baru

Sepanjang seri, Spurs berhasil menjalankan strategi defensif yang efektif untuk membatasi ruang gerak pemain-pemain Oklahoma City.

Thunder hanya mencatat akurasi tembakan 42,6 persen dan 34,4 persen dari garis tripoin selama seri berlangsung.

Meski tetap menjadi pencetak angka terbanyak, efisiensi Gilgeous-Alexander juga menurun dibandingkan performanya pada musim reguler.

Baca Juga: Liverpool Pecat Arne Slot, Iraola Kandidat Pengganti

Ia hanya membukukan akurasi 40,9 persen dari lapangan dan 28,6 persen dari garis tripoin selama tujuh pertandingan.

Selain kesulitan menghadapi pertahanan Spurs, Oklahoma City juga harus berjuang menghadapi badai cedera pada momen paling krusial musim ini.

Forward andalan Jalen Williams mengalami cedera hamstring kiri dan absen dalam sebagian besar Final Wilayah Barat. Sementara guard Ajay Mitchell juga harus menepi akibat cedera betis kanan pada empat pertandingan terakhir.

Baca Juga: Amir Khan Menghadapi Sidang Pengadilan Dituding Membuat Video Seks Rahasia dan Pemerasan

Absennya dua pemain tersebut membuat kedalaman serangan Thunder berkurang drastis, terutama saat mereka membutuhkan opsi tambahan untuk membantu Gilgeous-Alexander.

Tapi, Pelatih Oklahoma City Mark Daigneault menolak menjadikan cedera sebagai alasan utama kegagalan timnya. "Kami bukan tim yang mencari-cari alasan dan kami tidak akan mulai melakukannya sekarang," tegas Daigneault.

Meski tersingkir, Thunder tetap menutup musim dengan catatan membanggakan setelah membukukan 64 kemenangan di musim reguler.

Baca Juga: Neymar di Antara 3 Wanita, Dilema Jelang Piala Dunia 2026

Namun kekalahan ini juga menjadi pengingat bahwa mereka harus segera menemukan cara untuk menghentikan dominasi Wembanyama dan Spurs yang diperkirakan akan menjadi kekuatan besar NBA dalam beberapa tahun ke depan.

Halaman:

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: nba.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X