Semifinal IBL 2026: Satria Muda Kena Alarm Semifinal, Djordje Soroti Permainan Terlalu Lunak.

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Sabtu, 6 Juni 2026 | 21:43 WIB
Aksi pemain Satria Muda Bandung melawan Bogor Hornbills, Jumat lalu, 5 Juni di round pertama semifinal IBL 2026. Kekalahan di Gim pertama jadi alarm untuk SM.
Aksi pemain Satria Muda Bandung melawan Bogor Hornbills, Jumat lalu, 5 Juni di round pertama semifinal IBL 2026. Kekalahan di Gim pertama jadi alarm untuk SM.

SportlinkNews - Kekalahan 93-99 dari Bogor Hornbills pada gim pertama semifinal IBL GoPay 2026 menjadi alarm keras bagi Satria Muda Pertamina Bandung.

Meski masih memiliki peluang membalikkan keadaan pada pertandingan berikutnya, 7 Juni mendatang masih di Bandung Arena, Bandung, Abraham Damar Grahita dan kawan-kawan menyadari banyak aspek permainan yang harus segera dibenahi.

Pada pertandingan yang berlangsung Jumat, 5 Juni lalu, sebenarnya Satria Muda tidak kalah dalam sejumlah catatan statistik.

Baca Juga: Nostalgia Kejayaan Piala Dunia 2002, Hong Myung-bo Kenang Momen Satukan Bangsa di Tengah Krisis

Mereka unggul rebound dengan perbandingan 47-45, mencatatkan 20 assist, serta mendapat kontribusi 20 poin dari pemain cadangan. Namun keunggulan tersebut gagal dikonversi menjadi kemenangan.

Pelatih Satria Muda, Djordje Jovicic, menilai timnya kehilangan kendali pertandingan sejak awal laga. Menurutnya, para pemain tampil terlalu lunak sehingga memberi kesempatan Bogor Hornbills membangun kepercayaan diri lebih cepat.

"Selamat untuk Bogor karena mereka bermain lebih baik malam ini. Kami membuka pertandingan terlalu lunak, terutama pada lima menit pertama ketika mereka mendapatkan poin dari offensive rebound dan transisi cepat," kata Djordje seusai pertandingan.

Baca Juga: Rifat Sungkar Fokus Tempa El Mayka di Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally

Menurut pelatih asal Serbia tersebut, masalah utama Satria Muda bukan hanya terjadi di satu sisi lapangan.

Saat bertahan, para pemain dinilai terlalu longgar dalam menjaga lawan sehingga memberikan ruang tembak yang nyaman, khususnya dari garis tiga angka.

Sementara saat menyerang, permainan Satria Muda dinilai kehilangan identitas sebagai sebuah tim.

Baca Juga: Ukir Rekor Enam Edisi Piala Dunia, Messi, Ronaldo, dan Ochoa Kenakan Atribut Istimewa

Para pemain terlalu sering memaksakan aksi individu dan terburu-buru menyelesaikan serangan tanpa kesabaran membangun peluang yang lebih baik.

"Kami terlalu banyak bermain satu lawan satu dan tidak cukup sabar. Permainan kami tidak terlihat seperti sebuah tim. Jika ingin bermain di final dan menjadi juara, kami harus tampil jauh lebih baik," tuturnya.

Evaluasi lainnya datang dari aspek fisik dan agresivitas. Djordje menegaskan performa yang ditunjukkan anak asuhnya tidak mencerminkan karakter Satria Muda sepanjang musim reguler.

Baca Juga: SIMPATI Woman Rally Team Siap Uji Kekompakan di POJ City

Ia menilai para pemain kurang siap menghadapi intensitas permainan playoff yang menuntut kontak fisik dan disiplin lebih tinggi dibanding pertandingan biasa.

"Basket adalah olahraga kontak fisik, bukan voli. Jika kami tidak mampu mengontrol situasi satu lawan satu, akan sangat sulit untuk menang. Di semifinal kami harus lebih bertanggung jawab, lebih fokus, dan lebih sabar memanfaatkan setiap peluang," ucapnya.

Masalah foul juga menjadi perhatian tersendiri. Pada paruh kedua pertandingan, Satria Muda kehilangan beberapa pemain penting akibat akumulasi pelanggaran, termasuk Jalen Jones.

Baca Juga: AVC Cup-Women 2026: Servis Agresif dan Mental Tangguh Antar Indonesia Tekuk Iran

Situasi tersebut membuat rotasi tim terganggu dan memaksa pemain lain menghadapi lawan dengan perbedaan ukuran tubuh yang cukup signifikan.

Selain evaluasi teknis, pemain senior Abraham Damar Grahita menilai kekalahan tersebut lebih banyak disebabkan faktor mental dan energi bermain.

Menurut Bram, Bogor Hornbills tampil dengan hasrat yang lebih besar untuk meraih kemenangan, sementara Satria Muda gagal menunjukkan karakter yang selama ini menjadi kekuatan mereka.

Baca Juga: Jojo Menikmati Momen, Gelar Indonesia Open Kian Dekat

"Kredit untuk Bogor Hornbills karena mereka berhasil mengambil gim pertama. Mereka menunjukkan keinginan yang lebih besar untuk menang. Kami tidak menunjukkan karakter dan energi yang seharusnya kami miliki," ujar Bram.

Pebasket tim nasional Indonesia itu menilai pertandingan tersebut memberikan pelajaran penting bagi Satria Muda menjelang laga berikutnya.

Ia juga mengakui kesalahannya setelah harus meninggalkan pertandingan akibat foul yang seharusnya bisa dihindari.

Baca Juga: Turnover dan Tembakan Meleset Wembanyama Bawa Knicks Unggul 2-0 di Final NBA

"Saya menyesal harus keluar karena foul. Itu foul yang murah dan seharusnya tidak terjadi," imbuhnya.

Round dua semifinal nanti, akan menjadi kesempatan untuk tim wakil Kota Bandung itu membuktikan bahwa kekalahan di gim pertama hanyalah sebuah langkah tersandung, bukan awal berakhirnya perjalanan menuju final IBL 2026.

Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)

Halaman:

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: Satria Muda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X