basket

Thunder Menang Meyakinkan di Semifinal Wilayah, Holmgren dan Kedalaman Tim Tutupi SGA yang Tak Maksimal

Rabu, 6 Mei 2026 | 23:09 WIB
Lakers tak mampu menghentikan Chet Holmgren, yang mencetak 24 poin dan 12 rebound pada Game 1 semifinal wilayah NBA 2026. (Getty Images)

SportlinkNews - Oklahoma City Thunder membuka semifinal Wilayah Barat dengan kemenangan meyakinkan 108-90 atas Los Angeles Lakers pada Gim 1.

Menariknya, kemenangan ini diraih saat Shai Gilgeous-Alexander tidak tampil dalam performa terbaiknya, berkat kontribusi solid para pemain lain.

Thunder menunjukkan kedalaman skuad dan kekuatan kolektif yang menjadi pembeda sejak awal laga. Meski SGA hanya mencetak 18 poin, bermain jauh di bawah standar normalnya, OKC tetap mampu mengontrol permainan hingga akhir.

Baca Juga: Thalita dan Ester Curi Perhatian BWF di Piala Thomas & Uber 2026

Selain 18 poin, ia menambahkan enam assist dan dua blok, menjaga alur serangan Thunder tetap berjalan.

Chet Holmgren menjadi sosok paling menonjol di laga ini. Ia tampil impresif dengan 24 poin, 12 rebound, dan tiga blok, sekaligus mendominasi duel di bawah ring.

Big man muda itu juga agresif sejak awal, memanfaatkan kelemahan lini depan Lakers.

Baca Juga: Pep Guardiola Masih Ngotot Kejar Arsenal di Klasemen Liga Primer

Kombinasi Holmgren dan Isaiah Hartenstein membuat Thunder unggul dalam rebound ofensif dan peluang kedua, yang berujung pada keunggulan signifikan dalam poin tambahan.

"Ketika mereka berhasil mendapatkan rebound ofensif, mereka benar-benar menghancurkan kami," kata pelatih Lakers, JJ Redick. "Kami harus lebih baik dalam membangun pertahanan kembali saat menghadapi rebound ofensif."

Namun, kekuatan Thunder tak hanya bertumpu pada starter. Kontribusi bangku cadangan menjadi faktor penting, dengan OKC unggul jauh 34-15 atas Lakers.

Baca Juga: Buntut Tendangan Kungfu, Komdis PSSI Skors Fadly Alberto Tiga Tahun

Jared McCain memimpin unit kedua dengan 12 poin dari tembakan tiga angka, disusul Isaiah Joe dan Alex Caruso yang memberikan dampak di kedua sisi lapangan. Kedalaman ini membuat Thunder tetap stabil meski rotasi berjalan.

Di sisi lain, pada kubu Lakers, inkonsistensi menjadi masalah utama. Meski mampu menahan Thunder di bawah 110 poin dan membatasi SGA, mereka kesulitan dalam eksekusi serangan.

Los Angeles hanya mencatatkan akurasi 41,7 persen dari field goal dan kembali gagal menembus 100 poin untuk keempat kalinya secara beruntun. Turnover dan buruknya performa beberapa pemain kunci turut memperparah situasi.

Baca Juga: MotoGP Prancis: Mengintip Kekuatan Pembalap Tuan Rumah dan Pemenang di Le Mans

LeBron James tampil efisien dengan 27 poin, namun minimnya dukungan dari pemain lain membuat Lakers kesulitan menjaga ritme permainan.

"Kalian bermain melawan juara dunia, margin kesalahan kalian tidak terlalu besar," kata Redick mengomentari hal-hal yang dirinya kurang suka.

"Kalian boleh melakukan kesalahan. Bola basket adalah permainan yang penuh dengan kesalahan. Hanya saja malam ini terlalu banyak. Kita harus memperbaikinya." 

Baca Juga: Perkuat Akar Rumput, FIBA Sasar 100 Sekolah dan Latih 100 Guru Jadi Pelatih Basket

"Kita hanya perlu melakukan eksekusi dengan lebih baik. Ini hanya soal perhatian terhadap detail. Saya tahu kita akan memperbaikinya dan menjadi lebih baik," ucap Redick lagi.

Namun, ini juga merupakan pertandingan keempat berturut-turut di mana Lakers mencetak kurang dari 100 poin.

Los Angeles hanya mencatatkan akurasi 41,7 persen dari tembakan lapangan dan 10 dari 30 percobaan tiga angka.

Baca Juga: Erick Thohir: Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Kunci Pembinaan Basket Nasional

Sementara itu, Austin Reaves dan Marcus Smart secara gabungan hanya memasukkan 7 dari 31 tembakan, termasuk 2 dari 13 tripoin.

Reaves, yang sedang berusaha kembali ke performa terbaiknya setelah mengalami cedera otot oblique saat melawan Thunder pada 2 April, mencatatkan 3 dari 16 tembakan dan 0 dari 5 tembakan tiga angka, serta melakukan empat turnover.

Ini adalah pertandingan ketiganya sejak pulih dari cedera tersebut. "Dia tidak bermain bagus, tapi dia pasti akan bangkit karena dia adalah pemain hebat," ucap Redick.

Tags

Terkini