basket

Playoff IBL 2026 Hadir dengan Tekanan dan Persaingan yang Lebih Ganas

Senin, 11 Mei 2026 | 23:39 WIB
Fanatisme fans semakin menjadi jelang laga playoff IBL Gopay 2026 yang akan dimulai pada 23 Mei 2026. (IBL Indonesia)

SportlinkNews - Musim reguler boleh selesai, tetapi tekanan terbesar justru baru dimulai. Delapan tim terbaik kini bersiap memasuki Playoff IBL GoPay 2026 dalam situasi yang jauh berbeda dibanding beberapa musim terakhir.

Bukan hanya karena perebutan gelar semakin terbuka, melainkan karena peta kekuatan liga kini berubah tanpa benar-benar memiliki favorit mutlak.

IBL 2026 menghadirkan musim yang terasa lebih liar. Dominasi tim-tim besar tetap ada, tetapi kejutan terus bermunculan hingga pekan terakhir kompetisi.

Baca Juga: Di Tengah Rumor Restrukturisasi, Nike Pastikan SNKRS Tidak Akan Ditinggalkan

Tim yang musim lalu nyaris tidak diperhitungkan mampu menyodok ke papan atas, sementara beberapa unggulan harus berjuang keras hanya untuk bertahan di zona playoff.

Situasi itu membuat playoff musim ini diprediksi menjadi salah satu yang paling ketat dalam beberapa tahun terakhir.

Pelita Jaya Jakarta memang tetap datang sebagai unggulan utama. Tim asuhan David Singleton tampil nyaris sempurna dengan hanya dua kekalahan dari 20 pertandingan musim reguler.

Baca Juga: Jepang Jadi Satu-satunya Wakil Asia Penerima Hibah FIFA Global Citizen Education Fund 2026

Mereka bahkan sempat melaju tanpa kekalahan dalam 13 laga pertama sebelum akhirnya dihentikan Dewa United Banten.

Namun, dominasi Pelita Jaya tidak benar-benar membuat persaingan terasa timpang. Kekalahan dari Kesatria Bengawan Solo di penghujung musim justru memperlihatkan bahwa celah untuk menjatuhkan unggulan utama tetap terbuka.

Di belakang Pelita Jaya, tekanan besar kini mengarah ke Satria Muda Pertamina Bandung. Kepindahan markas ke Bandung membuat identitas baru mulai terbentuk musim ini, tetapi ekspektasi terhadap mereka juga semakin besar.

Baca Juga: Spurs Goyah Tanpa Wembanyama, Timberwolves Curi Momentum di Gim 4

Status sebagai unggulan kedua belum sepenuhnya menghapus pertanyaan soal konsistensi mereka menghadapi tim-tim elite, terutama setelah dua kali kalah dari Pelita Jaya di musim reguler.

Salah satu cerita terbesar musim ini justru datang dari Bogor Hornbills. Setelah berpindah dari Pontianak ke Bogor, mereka menjelma menjadi kekuatan baru IBL.

Di bawah pelatih Cesar Camara, Hornbills bukan sekadar tim kejutan, tetapi mulai dipandang sebagai ancaman nyata dalam perebutan gelar.

Baca Juga: Sarah Azra dan Nathanael Bidik Podium AMPC 2026 untuk Indonesia

Sementara itu, Dewa United Banten memasuki playoff dengan situasi yang tidak sepenuhnya nyaman.

Sebagai juara bertahan, mereka justru terlihat lebih rapuh dibanding musim lalu. Meski mencatat rekor identik dengan Hornbills, Dewa United harus puas finis di posisi keempat.

Di sisi lain, persaingan papan tengah memperlihatkan betapa tipisnya margin kekuatan di IBL musim ini.

Baca Juga: I.League Evaluasi Pegadaian Championship 2025/26, VAR Jadi Fondasi Pengembangan Musim Depan

Tangerang Hawks, Kesatria Bengawan Solo, dan Hangtuah Jakarta sama-sama menutup musim reguler dengan rekor 10-10. Posisi mereka bahkan harus ditentukan lewat hitungan head to head.

Kesatria menjadi salah satu tim yang paling sulit ditebak. Mereka mampu mengalahkan Pelita Jaya, tetapi di saat yang sama kerap kehilangan momentum di laga-laga penting lainnya.

Kondisi itu membuat mereka berpotensi menjadi "kuda hitam" paling berbahaya di playoff.

Baca Juga: Indonesia Tantang Malaysia, Hong Kong, dan Singapura di Pra-Kualifikasi FIBA Asia 2029

Rans Simba Bogor menjadi tim terakhir yang lolos ke playoff, tetapi perjalanan mereka jauh dari kata ideal.

Halaman:

Tags

Terkini