SportlinkNews - Perjalanan luar biasa San Antonio Spurs menuju Final NBA 2026 tak bisa dilepaskan dari sosok Victor Wembanyama.
Bintang muda asal Prancis itu kembali menegaskan statusnya sebagai wajah masa depan liga setelah dinobatkan sebagai MVP Final Wilayah Barat usai membawa Spurs menyingkirkan juara bertahan Oklahoma City Thunder.
Penghargaan Trofi Earvin "Magic" Johnson diberikan secara mutlak kepada Wembanyama.
Baca Juga: PSG Kicep, Real Madrid Masih Jadi Juara Liga Champions Back to Back Sepanjang Masa
Seluruh sembilan anggota panel media yang bertugas meliput Final Wilayah Barat sepakat memilih pemain berusia 22 tahun tersebut sebagai pemain terbaik seri.
Pengakuan itu terasa pantas jika melihat dampak yang diberikan Wembanyama sepanjang tujuh pertandingan melawan Thunder.
Ia menjadi motor utama Spurs di kedua ujung lapangan, baik sebagai mesin pencetak angka maupun benteng pertahanan yang sulit ditembus.
Baca Juga: Deretan Pelatih yang Sukses Meraih Gelar Juara Liga Champions, Luis Enrique Catat Rekor Baru
Pada laga penentuan Gim 7 yang berakhir dengan kemenangan Spurs 111-103, Wembanyama menyumbang 22 poin dan tujuh rebound. Namun kontribusinya jauh lebih besar dari sekadar angka statistik.
Sepanjang seri, ia membukukan rata-rata 27,3 poin, 10,9 rebound, 3,1 assist, 2,7 blok, dan 1,4 steal per pertandingan.
Dominasi tersebut menjadi fondasi yang memungkinkan Spurs menumbangkan tim terbaik Wilayah Barat sekaligus memastikan tiket ke Final NBA untuk pertama kalinya sejak 2014.
Baca Juga: Gagal Angkat Trofi Liga Champions, Mikel Arteta Akui PSG sebagai Tim Terbaik
Bagi Wembanyama, keberhasilan mencapai Final NBA bukan hanya soal pencapaian pribadi atau penghargaan individu.
Di tengah euforia kemenangan, pikirannya justru tertuju kepada satu sosok yang dianggap sebagai bagian penting dari perjalanan Spurs yaitu Gregg Popovich.
Tak lama setelah memastikan kemenangan atas Oklahoma City, Wembanyama mengaku ingin menghubungi pelatih legendaris yang selama puluhan tahun menjadi simbol franchise klub tersebut.
Baca Juga: Mantan Pemain Inggris Ditangkap karena Pengaruh Narkoba
Menurutnya, sulit membayangkan apa yang sedang dirasakan Popovich ketika melihat Spurs kembali berdiri di panggung terbesar NBA setelah lebih dari satu dekade.
"Aku perlu meneleponnya. Aku perlu bertemu dan berbicara dengannya karena saat ini aku tidak mungkin memahami bagaimana perasaannya," ujar Wembanyama dalam konferensi pers usai pertandingan.
Komentar itu menunjukkan betapa besar pengaruh Popovich di ruang ganti Spurs, meski dirinya tidak lagi berdiri di pinggir lapangan sebagai pelatih kepala.
Baca Juga: Pengusaha Indonesia Pemilik Como Ini Terkejut Lolos ke Liga Champions
Seperti diketahui, Popovich mengakhiri karier kepelatihannya pada Mei 2025 setelah mengalami stroke ringan.
Setelah hampir tiga dekade memimpin Spurs dan mempersembahkan lima gelar NBA, pria berusia 77 tahun itu kini menjalankan peran sebagai Presiden Operasi Bola Basket.
Meski telah pensiun dari jabatan pelatih, kehadiran Popovich tetap terasa kuat di dalam organisasi. Ia masih rutin datang ke fasilitas latihan beberapa kali dalam sepekan dan terus memberikan masukan kepada jajaran pelatih maupun pemain.
Baca Juga: Grup I Piala Dunia 2026: Misi Bintang Ketiga Prancis di Akhir Era Deschamps
Bagi generasi muda Spurs yang kini dipimpin Wembanyama, Popovich bukan sekadar mantan pelatih. Ia dianggap sebagai figur ayah yang menjaga identitas dan budaya tim yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Wembanyama bahkan menyebut pengalaman yang dimiliki Popovich jauh melampaui apa yang bisa dibayangkan pemain seusianya.
"Dia telah melalui begitu banyak hal dalam kariernya. Ada pengalaman-pengalaman yang bahkan tidak bisa kami bayangkan. Karena itu saya ingin berbicara dengannya secepat mungkin," katanya.
Baca Juga: Fajar/Fikri Runner-up, Gelar Singapore Open 2026 Jatuh ke Tangan Ganda India
Hubungan emosional tersebut menjadi salah satu cerita menarik di balik kebangkitan Spurs musim ini.
Di satu sisi, San Antonio kini dipenuhi talenta muda yang menjadi simbol masa depan NBA. Namun di sisi lain, mereka tetap membawa warisan budaya yang ditanamkan Popovich selama hampir 30 tahun.
Kombinasi antara generasi baru dan nilai-nilai lama itulah yang kini membawa Spurs kembali ke Final NBA.
Baca Juga: PSG Pertahankan Takhta Liga Champions Lewat Adu Penalti Dramatis atas Arsenal