SportlinkNews - Dominasi Dewa United Banten di IBL GoPay berakhir lebih cepat dari yang diharapkan.
Juara bertahan itu dipastikan gagal mempertahankan mahkota setelah disingkirkan Pelita Jaya Basketball Jakarta di babak semifinal, menutup perjalanan panjang yang penuh tantangan sepanjang musim 2026.
Harapan Dewa United sempat membuncah ketika mampu mencuri kemenangan 78-76 pada laga pertama di kandang Pelita Jaya. Namun momentum tersebut gagal dipertahankan.
Baca Juga: Alwi Farhan Puncaki Race to Finals 2026, Lima Wakil Indonesia Masuk Zona Aman
Setelah itu, Anak Dewa harus menerima tiga kekalahan beruntun yang mengakhiri perjalanan mereka di playoff.
Pelita Jaya membalas pada Game 2 dengan kemenangan 93-79 sebelum mencuri kemenangan dramatis 84-83 pada Gim 3.
Pukulan terakhir datang di Gim 4 ketika Dewa United takluk 78-94 di hadapan pendukung sendiri dan harus merelakan tiket final jatuh ke tangan rivalnya.
Baca Juga: Michael Olise Siap Jadi Motor Utama Lini Serang Prancis di Piala Dunia 2026
Pelatih Dewa United, Agusti Julbe Bosch, tak menutupi rasa kecewanya setelah timnya gagal melanjutkan langkah ke partai puncak.
Meski demikian, ia menilai hasil tersebut menjadi cerminan dari berbagai tantangan yang harus dihadapi tim sepanjang musim.
"Ini adalah akhir perjalanan kami musim ini. Dan hasilnya memang sedikit mengecewakan," ujar Julbe dalam konferensi pers usai pertandingan.
Baca Juga: Alwi Farhan Tembus Top 10 Dunia, Indonesia Kembali Punya Dua Wakil Elite BWF
Menurut pelatih asal Spanyol tersebut, timnya gagal mengelola tekanan dengan baik pada pertandingan penentuan.
Kesalahan dalam pengambilan keputusan serta banyaknya pelanggaran yang dilakukan menjadi faktor yang dimanfaatkan Pelita Jaya untuk mengontrol jalannya laga.
"Kami tidak bisa bermain basket dengan baik. Tidak membuat keputusan yang tepat saat kehilangan bola, dan melakukan kesalahan dengan pelanggaran yang membuat lawan mendapatkan banyak kesempatan free throw," katanya.
Baca Juga: Sabri Lamouchi Dipecat, Tunisia Tunjuk Herve Renard Jadi Suksesor
Kegagalan di semifinal sejatinya hanya satu bagian dari perjalanan berat yang dijalani Dewa United musim ini.
Sejak awal kompetisi, mereka harus menghadapi berbagai persoalan, mulai dari cedera pemain inti hingga pencarian komposisi pemain asing yang tepat.
Absennya kapten tim Kaleb Ramot Gemilang karena cedera menjadi kehilangan besar.
Baca Juga: Taktik Bertahan Tanjung Verde Sukses Frustrasikan Skuad Bintang Spanyol
Situasi semakin sulit ketika Jordan Adams, yang diproyeksikan sebagai tumpuan utama pemain asing, mengalami masalah kesehatan dan harus menepi cukup lama.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap performa tim. Dewa United bahkan sempat terpuruk dengan lima kekalahan beruntun pada periode Februari hingga awal Maret, yang membuat rekor mereka turun menjadi 5-6.
Kebangkitan mulai terlihat setelah kedatangan Troy Gillenwater. Kehadirannya membawa energi baru dan membantu Dewa United kembali kompetitif, baik di IBL maupun di ajang Basketball Champions League (BCL) Asia-East.
Baca Juga: Spanyol Ditahan Imbang Tanjung Verde, Luis de la Fuente Janjikan Perbaikan Performa
Meski gagal meraih gelar, perjalanan Dewa United musim ini tetap mencatatkan sejumlah pencapaian.
Mereka mampu bersaing hingga babak semifinal IBL GoPay 2026 dan finis di posisi keempat BCL Asia-East 2026, sebuah prestasi yang tidak mudah mengingat padatnya jadwal dan tingginya intensitas kompetisi yang harus dijalani.
Perjuangan tersebut bahkan mendapat pengakuan dari kubu lawan. Pelatih Pelita Jaya, David Singleton, memberikan apresiasi atas kemampuan Dewa United menjaga daya saing di dua turnamen berbeda sepanjang musim.
Baca Juga: Persis Solo Tunjuk Ricky Nelson Jadi Pelatih Kepala untuk Arungi Liga Championship 2026/27