SportlinkNews - Final IBL GoPay 2026 langsung menyajikan drama sejak laga pembuka.
Pelita Jaya Basketball Jakarta harus mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menundukkan Bogor Hornbills 90-87 melalui babak overtime pada Gim 1 final best-of-five di PJ Arena, Jakarta, Jumat, 19 Juni 2026.
Laga yang mempertemukan runner-up tahun lalu dan finalis debutan itu berlangsung sengit sejak detik pertama.
Baca Juga: Kuota Asia Belum Bertambah, Peluang Indonesia Naik pada Musim 2027/2028
Tidak ada tim yang benar-benar mampu mendominasi jalannya pertandingan, bahkan skor imbang 35-35 sudah tercipta saat kedua tim memasuki ruang ganti.
Pelita Jaya membuka laga dengan agresif lewat dunk Jeffree Withey dan tripoin Perrin Buford.
Namun Hornbills menunjukkan mentalitas yang tak kalah kuat. Tim asal Kota Hujan itu merespons melalui hujan tembakan tiga angka yang membuat pertandingan berjalan dalam tempo tinggi.
Baca Juga: Musim 2026/2027: I.League Pertahankan Format Kompetisi, Regulasi U-23 Berubah Jadi Insentif
Sepanjang kuarter pertama, kedua tim silih berganti memimpin. Hornbills tampil efektif dari luar garis busur dengan lima tripoin, sementara Pelita Jaya bahkan mencatat akurasi sempurna empat dari empat percobaan.
Skor 19-19 menutup kuarter pembuka. Memasuki kuarter kedua, Pelita Jaya sempat menciptakan jarak sembilan angka dan terlihat mulai mengendalikan permainan.
Namun keunggulan itu gagal dipertahankan setelah Hornbills menutup babak pertama dengan laju sembilan poin tanpa balas untuk memaksakan skor kembali seimbang.
Baca Juga: I.League Ingatkan Potensi Minus Dua Poin bagi Klub yang Ubah Home Base Pascalisensi
Ketatnya persaingan berlanjut setelah jeda. Hornbills mulai menemukan ritme permainan terbaik mereka melalui kombinasi Stephaun Branch dan Travin Thibodeaux.
Bahkan saat memasuki kuarter keempat, tim tamu berhasil mengambil alih momentum dan perlahan menjauh.
Ketika Thibodeaux menyelesaikan three-point play yang membawa Hornbills unggul 74-65, kemenangan tampak berada di depan mata. Dengan waktu tersisa kurang dari tiga menit, Pelita Jaya berada di ujung tanduk.
Baca Juga: Presiden Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN dan Bidik Piala Dunia 2030
Namun justru pada momen krusial itu pengalaman juara bertahan berbicara.
Darious Moten memantik kebangkitan melalui layup dan tembakan tiga angka yang memangkas selisih poin secara drastis. Setelah Hornbills gagal memaksimalkan penguasaan bola terakhir, Pelita Jaya mendapatkan kesempatan hidup.
Moten merebut offensive rebound penting sebelum mengalirkan bola kepada Buford.
Baca Juga: Kejurnas MMA 2026 Siapkan Fondasi Timnas Masa Depan
Guard asal Amerika Serikat itu kemudian mencetak poin penyama kedudukan yang mengubah skor menjadi 76-76 tepat sebelum buzzer berbunyi dan memaksa pertandingan berlanjut ke overtime.
Babak tambahan waktu menjadi panggung milik Pelita Jaya.
Jika sepanjang waktu normal Andakara Prastawa kesulitan menemukan sentuhan terbaiknya, sang kapten justru tampil menentukan di overtime.
Baca Juga: Maverick Vinales Mulai Jengkel dengan Sikap KTM yang Tidak Serius
Enam poin yang dicetaknya membantu Pelita Jaya mengendalikan situasi sekaligus membalikkan tekanan yang sebelumnya mereka hadapi.
Di saat bersamaan, Hornbills mulai kehilangan momentum. Beberapa turnover pada fase krusial membuat peluang mencuri kemenangan di kandang lawan perlahan menguap.
Buford akhirnya menutup pertandingan dengan performa nyaris sempurna. Ia mencetak 32 poin, 11 rebound, dan sembilan assist untuk membawa Pelita Jaya mengamankan kemenangan pertama di seri final.
Baca Juga: Kinerja Gemilang Cristian Chivu Bertahan di Inter Milan Hingga 2028