SportlinkNews - Indonesia dipastikan akan mengirim dua klub terbaiknya di ajang kualifikasi Basketball Champions League (BCL) Asia 2024.
Dua klub yang akan mewakili Indonesia yaitu Prawira Harum Bandung dan Pelita Jaya Jakarta. Keduanya merupakan juara dan runner-up IBL Tokopedia 2023.
Basketball Champions League Asia 2024 dijadwalkan bergulir pada Juni nanti dan akan diikuti delapan tim terbaik dari Asia.
Empat dari delapan slot kontestan BCL Asia 2024 diisi juara liga basket Cina (CBA 2023–2024), Korea Selatan (KBL 2023–2024), Jepang (B1 League 2023–2024), dan Filipina (salah satu juara konferensi PBA 2023–2024).
Baca Juga: Rob Beveridge, Pelita Jaya Dipoles Coach Ahang
Babak kualifikasi BCL Asia 2024 akan digelar di dua negara yaitu babak kualifikasi pertama di Ulaanbaatar, Mongolia, pada 3-7 April 2024. Kemudian babak kualifikasi kedua digelar di Jakarta, Indonesia, pada 23-26 April 2024.
Prawira Harum Bandung tergabung di Grup A bersama wakil dari Malaysia (NS Matrix Deers), Hong Kong (Hong Kong Eastern) dan Mongolia (runner up kompetisi di Mongolia).
Sedangkan untuk Pelita Jaya akan bersaing di Grup B dengan wakil Thailand (Hi-Tech Basketball Club), juara kompetisi Mongolia, dan Singapura (Adroid Club).
Dalam perjalanan menuju BCL Asia 2024, saat babak kualifikasi pertama di Ulaanbaatar, Mongolia setiap tim akan bermain sebanyak 3 pertandingan. Peringkat pertama Grup A dan B akan lolos ke Qualifier ke-2 yang akan dilaksanakan di Jakarta
Sementara peringkat 2 dan 3 grup akan bertemu silang. Pemenang dari pertemuan tersebut akan melaju ke Tahap Qualifier ke-2 di Jakarta. Dengan begitu, 4 tim akan bersaing di Jakarta untuk perebutkan tiket ke BCL Asia 2024.
Saat di BCL Asia, dua tim yang lolos dari persaingan di Jakarta bersaing kembali dengan tim-tim juara di masing-masing negara dari Korea Selatan, Jepang, Cina, dan Filipina. Juga kemudian wakil terbaik dari Asia Barat Super League untuk menjadi yang klub terbaik di Asia.
“Ajang ini bukan hanya panggung bagi tim-tim terbaik dari Asia Timur ataupun Asia Tenggara, tapi juga untuk mengukur kualitas mereka di kompetisi antarklub tertinggi di Asia," jelas Hagop Khajirian, FIBA Executive Director dilansir di laman resmi FIBA.
Baca Juga: Prawira Harum Bandung Putuskan 4 Tren Positif Satria Muda