SportlinkNews - Tim tinju Jawa Barat (Jabar) mendominasi Seleksi Nasional (Seleknas) Tinju Piala Menpora 2025, yang berlangsung di Hall Basket Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, dan berakhir Sabtu kemarin, 26 Juli 2025.
Dari delapan wakil yang melaju ke partai puncak, lima petinju Jabar yang berhasil mempersembahkan medali emas. Jabar pun keluar sebagai juara umum.
Mereka yang menyumbangkan emas, yakni, Alfianta Kartika Monopo (bantam 54kg) dan Yuliana Pudi (bulu 57kg) di sektor putri, serta Elizer Gonzales (welter ringan 63,5kg), Alfino Caesar (menengah 75kg), dan Maikhel Roberrd Nuskita (berat ringan 80kg) di sektor putra.
Baca Juga: Beri Kejutan, Lugano Juara FIBA 3x3 Challenger Jakarta 2025 dan Lolos ke World Tour Lausanne
Raihan itu tak lepas dari persiapan panjang dan berkelanjutan yang dilakukan petinju Jabar. "Saya dan teman-teman latihan setiap hari. Kadang Sabtu juga tetap latihan," ujar Elizer Gonzales, juara kelas 63,5kg.
Atas prestasi tersebut, Jawa Barat berhak atas hadiah pembinaan senilai Rp20 juta dari Kemenpora, selaku penyelenggara turnamen yang menjadi ajang seleksi tim pelatnas menuju SEA Games Thailand 2025 (7–20 Desember).
Sayangnya, hasil kurang memuaskan di raih oleh kontingen DKI Jakarta, meski meloloskan lima petinju di final, tapi wakil ibukota itu hanya meraih dua emas, dari Jill Mandagi (kelas bulu 57kg putra) dan Asri Udin (kelas ringan 60kg).
Baca Juga: Nike Rilis Ulang Jersey Total 90 USA 2004, Landon Donovan Jadi Ikon
"Jill hanya menang split decision. Sebagai peraih emas PON 2024, ia seharusnya bisa menang lebih meyakinkan," kritik Ucok Sitompul dari tim talent scouting Kemenpora.
Dari Seleknas ini, ada catatan penting yanng diberikan oleh dua wasit senior yang harus menjadi perhatian para petinju. Menurut mereka hanya 40-60% petinju yang memiliki skill pukulan bersih. Ini artinya kualitas pukulan para atlet peserta Seleknas ini kurang mumpuni.
Muhammad Arisa Putra Pohan (Boy Pohan), yang pernah memimpin pertandingan di Olimpiade Tokyo 2021 dan Paris 2024, menilai hanya 60 persen petinju memiliki pukulan bersih. Sisanya lebih banyak mengandalkan duel jarak dekat tanpa teknik tinggi.
Baca Juga: Satu Emas, Satu Perak, Satu Perunggu: Indonesia Masih Tertinggal di AJC 2025
"Pukulan bersih adalah kunci meraih poin. Tapi sayangnya, banyak petinju yang lebih mengandalkan adu keras tanpa membaca momen," ujar Boy.
Wasit Warta Ginting bahkan menyebut hanya 40 persen petinju yang tampil memiliki pukulan efektif. Ia menekankan bahwa minimnya jam terbang nasional dan internasional menjadi penyebab utama kurangnya teknik dasar seperti penghindaran pukulan dan momentum serangan.
Hasil Seleknas Tinju Piala Menpora 2025 (Ringkasan Medali Emas):
Putri
Alfianta K. Monopo (Jabar-A) – 54kg
Yuliana Pudi (Bekasi) – 57kg
Nabila Maharani (Lampung) – 60kg
Huswatun Hasanah (AD) – 63kg
Maria Manguntu (Sulteng) – 66kg
Jubaitul (Kaltim) – 70kg
Merlin Tomatala (Papua Barat) – 45–48kg
Israellah Saweho (Sulteng) – 50kg
Putra
Dio Koebann (NTT) – 48kg
Flanuary Y. Daud (NTT) – 54kg
Jill Mandagi (DKI) – 57kg
Elizer Gonzales (Jabar-A) – 63,5kg
Jekri Riwu (Bali) – 69kg
Alfino Caesar (Jabar-A) – 75kg
Vicky Tahumil Jr (Sulteng) – 51kg
Asri Udin (DKI) – 60kg
Maikhel R. Nuskita (Jabar-A) – 80kg
Artikel Terkait
Seleknas PBSI 2025 Diikuti 111 Atlet Muda, Wamenpora Taufik Hidayat: Betapa Sakralnya Seleknas Ini
10 Atlet Tambahan dari Hasil Seleknas Masuk Pelatnas PBSI Tahap Dua
Seleknas Tenis Meja Piala Menpora 2025 Jadi Jalan Pembuka Menuju SEA Games Thailand
270 Atlet Ikuti Seleknas Sepak Takraw Piala Menpora 2025
Tiga Provinsi Ini Jadi Kampiun di Seleknas Sepak Takraw Piala Menpora 2025