"Dia sangat canggung, dan pergerakannya sulit diprediksi."
Baca Juga: Nova Arianto Seleksi Ketat Pemain Diaspora di TC Timnas U-17 Indonesia
De Ridder pun mengingat kembali sesi latihan tanding yang pernah dilakoninya bersama Du Plessis di Kill Cliff beberapa tahun lalu.
Menurutnya, satu hal yang menonjol dari Du Plessis adalah gaya tendangan yang tidak biasa dan kerap di luar ekspektasi.
Meski demikian, De Ridder menilai bahwa jika Chimaev mampu menang dalam duel melawan Du Plessis, maka namanya akan kian bersinar dan berpotensi mendongkrak popularitas pertarungan selanjutnya.
Baca Juga: Nova Arianto Ungkap Alasan Pemain Diaspora Belum Hadir di TC Timnas U-17 Indonesia
Namun untuk saat ini, De Ridder memilih untuk mengamati perkembangan laga UFC 319 yang mempertemukan Chimaev dan Du Plessis terlebih dahulu.
Laga yang dijadwalkan berlangsung pertengahan Agustus 2025 ini menjadi penentu siapa lawan selanjutnya yang mungkin akan dihadapi De Ridder dalam perebutan sabuk juara kelas menengah UFC.
Artikel Terkait
Manchester United Kalahkan Bournemouth 4-1 Berpeluang Menangkan Premier League Summer Series 2025
Bikin Kekisruhan Baru PB PTMSI Minta Kemenpora Bubarkan IPL
Babak Baru Pembinaan Atlet, KONI Empat Lawang Menuju Porprov Sumsel
Bisa Merugikan Atlet, Chris John Sarankan Menpora Dito Evaluasi Kembali Permenpora Nomor 14 Tahun 2024
Pemain Muda Bertalenta Korea Park Seung-soo yang Dijuluki "Mbappe Korea" Kini Bergabung ke Newcastle United