Selain itu, dominasi Chimaev juga membangkitkan ingatan akan pertemuannya dengan mantan juara kelas welter UFC, Kamaru Usman, pada 2023.
Bedanya, Usman mampu memberikan perlawanan lebih sengit dibanding Du Plessis, sehingga pertarungan Chimaev melawan Du Plessis menunjukkan level superior Chimaev saat ini.
Baca Juga: Selamat Jalan IGK Manila, Manajer Medali Emas Timnas Indonesia
Kondisi ini bahkan membuat mantan juara kelas bantam, Aljamain Sterling, menyebut Usman sebagai “juara tak bermahkota” di kelas menengah.
“Apakah Usman adalah juara tanpa mahkota di kelas menengah?” ujar Sterling.
Sorotan berikutnya tertuju pada calon lawan Chimaev selanjutnya.
Baca Juga: Info Undian Awake NY x Air Jordan 5 yang Disetujui Michael Jordan
Sean Strickland, mantan juara kelas menengah, menyatakan ketertarikannya untuk menghadapi Si Serigala.
Strickland yakin kemampuan gulatnya bisa menjadi kunci untuk menantang Chimaev selama lima ronde penuh.
“Saya mungkin satu-satunya orang di UFC yang bisa mengalahkan dia dalam gulat sepanjang lima ronde."
Baca Juga: Franco Mastantuono Dicap Belum Matang untuk Real Madrid
"Saya harus mengumpulkan kemenangan dulu untuk menghadapi Si Pengecut itu,” ungkap Strickland.
Kemenangan Chimaev di UFC 319 semakin menguatkan posisinya sebagai salah satu petarung dominan di divisi menengah.
Reaksi dari berbagai petarung top UFC, mulai dari Makhachev, Usman, hingga Strickland, menunjukkan bahwa nama Chimaev kini menjadi perhatian utama di arena MMA global.
Artikel Terkait
Taklukkan Manchester United, Calafiori Bereaksi Usai Cetak Gol Tunggal
Liverpool Tetapkan Harga Ibrahima Konate Jika Real Madrid Berminat
Media Korea Soroti Rekam Jejak Megawati Menuju Liga Turki
Mantan Pacar Cole Palmer, Connie Grace, Tampil Memukau dalam Gaun Perak Berpotongan Rendah
Reaksi Pelatih Ruben Amorim saat Man Utd Kalah dari Arsenal