“Dia tidak mau kalah. Gaya bertarungnya menunjukkan betapa dia tak ingin lawannya punya peluang sekecil apapun,” lanjut Taktarov.
Baca Juga: Mauricio Souza Sambut Antusias Pemain Persija Jakarta yang Dipanggil Timnas Indonesia
Meski demikian, Taktarov membandingkan pendekatan Chimaev dengan dirinya.
Ia mengaku selalu berusaha mengakhiri pertarungan secepat mungkin.
“Saya berbeda dengannya. Kalau saya, selalu mencari cara untuk menang cepat,” tambahnya.
Baca Juga: Menpora RI: MotoGP Mandalika Resmi Dikelola Kemenpora dan Jadi Prioritas Nasional
Di sisi lain, Chimaev tak merasa terganggu dengan anggapan tersebut.
Baginya, kemenangan atas Du Plessis sudah cukup menjadi bukti kehebatan.
Bahkan, ia menilai telah menjawab keraguan publik yang sebelumnya meragukan kemampuannya bertahan hingga lima ronde penuh.
Baca Juga: Frans Putros Siap Bela Timnas Irak di Piala Raja Thailand 2025
“Saya tidak peduli apa kata orang,” ujar Chimaev dikutip dari MMAFighting.com.
“Saya sudah melakukan apa yang perlu saya lakukan."
"Berapa banyak pukulan yang saya daratkan? Berapa banyak bantingan yang saya lakukan?"
Baca Juga: Pembalap McLaren Oscar Piastri Semakin Kuat di Puncak Klasemen Pembalap F1 Jelang GP Italia di Monza
"Saya sama sekali tidak kehabisan napas.”
Artikel Terkait
Persib Pinjamkan Enam Pemainnya, Ini Alasan Bojan Hodak
Persija Tampil Apik Sejak Dimulainya Super League Tapi Mauricio Souza Masih Belum Puas
Debut Gol Savio Sheva Rontokkan Dominasi Malut United FC sebagai Jago Kandang
Cetak Kemenangan Pertama Bhayangkara Presisi Fokus Laga Demi Laga untuk Meraih Kemenangan di Super League 2025/26
Kakang Rudianto Optimistis Timnas U23 Indonesia Lolos Kualifikasi Piala Asia 2025