Bahkan, Saint-Denis tak segan jika dijadikan petarung pengganti dalam laga penting.
Baca Juga: APO Gelar Demonstrasi di Kantor Kemenpora, Desak Cabut Permenpora Nomor 14 Tahun 2024
Ia menyebut duel Rafael Fiziev kontra Charles Oliveira, yang dijadwalkan berlangsung Oktober mendatang, sebagai salah satu kesempatan yang siap ia ambil jika terjadi perubahan mendadak.
“Seperti yang sudah saya katakan, saya akan menerima pertarungan melawan siapa pun dari ranking 10 besar secepat mungkin,” lanjutnya.
“Saya bahkan melihat ke duel Oliveira lawan Fiziev. Kalau ada yang cedera, saya siap menjadi penggantinya.”
Baca Juga: Piala Presiden 2026 Siap Jadi Piala FA Indonesia, Begini Penjelasan Erick Thohir
Petarung berusia 28 tahun itu menegaskan motivasinya sederhana: bertarung sesering mungkin dan menang sebanyak mungkin.
Menurutnya, itulah cara terbaik untuk membangun reputasi dan mendekatkan diri ke perebutan sabuk juara.
“Saya senang berada di sini. Saya akan menghormati dan menerima siapa pun yang memberikan kesempatan untuk saya,” pungkas Saint-Denis.
Baca Juga: Miliano Jonathans Ungkap Rasa Bangga Usai Debut Bersama Timnas Indonesia
Dengan sikap terbuka serta semangat tinggi, Saint-Denis berpeluang besar mencuri perhatian UFC dan publik.
Ambisinya menghadapi para petarung elite kelas ringan bisa menjadi langkah penting menuju status penantang utama.
Artikel Terkait
Jalani Latihan Perdana Andrew Jung Baru Ngeh Kalau Persib Klub Besar di Indonesia
Konkretkan Hasil Rakernas KONI 2025, KONI Pusat Bentuk Tim Kerja Penyempurnaan Permenpora No.14 Tahun 2024
Head to Head Persib vs Persebaya: Maung Bandung Masih Lebih Unggul dari Bajul Ijo
Timnas Calling: DPP Perbasi Panggil 24 Pemain untuk Pemusatan Latihan Menjelang SEA Games 2025 Thailand
Sepuluh Atlet Timnas 3x3 Putra Jalani Pemusatan Latihan SEA Games Thailand di GOR POPKI Cibubur