APO Gelar Demonstrasi di Kantor Kemenpora, Desak Cabut Permenpora Nomor 14 Tahun 2024

Suryansyah, Sportlink News
- Selasa, 9 September 2025 | 18:43 WIB
APO menggelar aksi demonstrasi damai di depan kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (9/9) siang WIB.
APO menggelar aksi demonstrasi damai di depan kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (9/9) siang WIB.

SportlinkNews - Gelombang penolakan terhadap Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) Nomor 14 Tahun 2024 kian menguat.

Aliansi Penyelamat Olahraga (APO) menilai aturan tersebut berpotensi menyeret olahraga nasional ke jurang krisis, bahkan hingga ancaman pembekuan dari Komite Olimpiade Internasional (IOC).

APO menggelar aksi demonstrasi damai di depan kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (9/9) siang WIB.

Baca Juga: Konkretkan Hasil Rakernas KONI 2025, KONI Pusat Bentuk Tim Kerja Penyempurnaan Permenpora No.14 Tahun 2024

Tuntutan utama mereka jelas, yakni cabut segera Permenpora Nomor 14 Tahun 2024 karena dinilai bertentangan dengan Olympic Charter.

Sekretaris Jenderal APO, La Ode Aindo, menegaskan tujuan aksi adalah menyelamatkan masa depan olahraga Indonesia. Ia tak mau olahraga Tanah Air rusak karena adanya aturan tersebut.

"Kami datang melakukan demonstrasi damai untuk meminta Kemenpora mempertegas substansi pada Permenpora Nomor 14 Tahun 2024. Dari hasil eksaminasi, kami menemukan adanya norma yang saling bertentangan. Ini bahaya sekali karena dapat berimplikasi pada pembekuan olahraga di Indonesia,” kata La Ode Aindo.

Baca Juga: Konkretkan Hasil Rakernas KONI 2025, KONI Pusat Bentuk Tim Kerja Penyempurnaan Permenpora No.14 Tahun 2024

"Permenpora itu bertentangan dengan International Olympic Charter yang sudah diratifikasi menjadi peraturan perundang-undangan,” La Ode menambahkan.

Kepala Bagian Hukum APO, Rian Hidayat, menyoroti posisi Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat. Ia menilai eks pebulu tangkis tersebut turut mendukung regulasi bermasalah itu karena telah disahkan sejak 18 Oktober 2024.

“Ya tentu, karena menurut kami dia adalah representasi Menpora. Kita ketahui beliau mantan atlet, tapi ketika berada di posisi strategis justru mendukung peraturan ini. Artinya secara tidak langsung Pak Taufik Hidayat ikut mendukung regulasi itu," kata Rian.

Baca Juga: Piala Presiden 2026 Siap Jadi Piala FA Indonesia, Begini Penjelasan Erick Thohir

Kondisi politik menambah pelik situasi setelah kursi Menpora saat ini kosong setelah Dito Ariotedjo terkena reshuffle kabinet pada Senin (8/9).

Meski demikian, massa aksi tetap menuntut Taufik Hidayat segera bersikap, mulai dari mencabut Permenpora hingga mempertimbangkan opsi mundur dari jabatannya.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X