Dari sudut pandangnya, Makhachev tampil sangat lengkap dan sulit ditembus.
Baca Juga: FIFA Siapkan Sanksi Tambahan untuk FAM dalam Kasus Naturalisasi
“Saat saya melihat Makhachev, saya tidak melihat kelemahan,” ujarnya, dikutip dari Championat.
Ia bahkan mengakui bahwa keberadaan Makhachev membuat jantungnya berdegup lebih cepat.
Bagi Usman, jika harus memilih lawan paling kompetitif, Makhachev adalah jawabannya.
Baca Juga: FAM Lawan Putusan FIFA, Bawa Kasus Naturalisasi ke Pengadilan Olahraga
Penilaian itu tidak lepas dari penampilan impresif Makhachev pada UFC 322 akhir pekan lalu.
Dominasi sang juara memberi gambaran jelas mengenai tantangan yang akan dihadapi siapa pun yang ingin menantangnya, termasuk Usman.
Andai duel itu terwujud, pertarungan diprediksi berlangsung sengit mengingat latar belakang keduanya sebagai petarung dengan kemampuan gulat yang sangat kuat.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Terima Undangan Donald Trump Usai Portugal Lolos ke Piala Dunia 2026
Usman sendiri memiliki rekam jejak pertarungan yang menunjukkan kualitas teknik grappling-nya.
Salah satu penampilan yang menonjol terjadi pada 2023, ketika ia menerima tawaran untuk menggantikan Paulo Costa menghadapi Khamzat Chimaev.
Saat itu, Usman tidak memiliki kewajiban untuk bertarung, terlebih persiapannya hanya berlangsung selama 10 hari.
Baca Juga: Ramon Tanque Tidak Mau Terlena dengan Enam Kemenangan Persib, Siap Berjibaku Lawan Dewa United
Kondisi semakin menantang karena duel dilangsungkan di kelas menengah, yang bukan kategori utamanya.
Artikel Terkait
Donald Trump Janjikan Visa Prioritas untuk Pemilik Tiket Piala Dunia 2026
Cedera Lari: Simetri Kekuatan Pinggul untuk Kesehatan Kaki
Keren, Sneaker Nike GT Future Akhirnya Dirilis Secara Luas
Marco Bezzecchi Menang di Valencia, Aprilia Tutup MotoGP 2025 sebagai Runner Up
Pembalap Prima Pramac Yamaha Toprak Razgatlioglu Kenakan Nomor 7 untuk MotoGP 2026