SportlinkNews - Islam Makhachev mengungkapkan rasa penyesalan karena terlambat naik ke kelas welter UFC, sebuah keputusan yang sebenarnya sudah ia pertimbangkan sejak masih mendominasi divisi ringan.
Selama bertahun-tahun, keinginan untuk pindah ke kelas yang lebih natural bagi tubuhnya terus muncul, namun baru benar-benar terwujud ketika ia menantang Jack Della Maddalena pada pertengahan November lalu.
Performa Makhachev di kelas welter langsung menunjukkan hasil positif.
Baca Juga: Coros Pace 4 Jam Tangan untuk Aktivitas Bersepeda dan Olahraga Outdoor Dilengkapi Mikropon Internal
Kondisi fisiknya disebut jauh lebih baik, dan ia mampu menundukkan Della Maddalena sebelum akhirnya dinobatkan sebagai penguasa baru divisi tersebut.
Pengalaman bertarung di UFC 322 itu membuatnya menyadari satu hal: ia merasa terlambat mengambil keputusan pindah kelas, meski penyesalan itu bukan dalam konteks negatif.
Dalam pernyataannya kepada Championat, petarung asal Dagestan itu menyinggung bagaimana proses pemangkasan berat badan di kelas ringan menjadi beban yang menyulitkan.
Baca Juga: Persib Siap Tempur Hadapi Lion City Sailors, Marc Klok: Kami Datang untuk Menang
Ia mengaku kerap kelelahan karena harus menjaga bobot tubuh agar tetap sesuai batas divisi.
“Tidak, tentu saja tidak. Saat saya memulai karier, saya punya impian untuk menembus 15 besar,” ujarnya.
Ia melanjutkan bahwa ambisinya selalu berkembang seiring berjalannya waktu.
“Saya punya impian untuk menghadapi petarung-petarung terbaik... Kemudian, sedikit demi sedikit saya bisa menembus 15 besar, 10 besar, lalu menjadi juara.”
Pada titik itulah ia mulai mempertimbangkan naik kelas untuk bertarung di bobot yang dianggapnya lebih ideal.
Artikel Terkait
Bodo Glimt Vs Juventus: Begini Perkiraan Susunan Pemain, Spalletti Merasa Inferior
SEA Games 2025: Mengapa Timnas U-22 Hanya Ditargetkan Perak? Ini Penjelasan Erick Thohir
Kemenangan Milan atas Inter Picu Perdebatan, Massimiliano Allegri Dipuji dan Dikritik
Juventus Bidik Kemenangan Pertama di Liga Champions dengan Taruhan Rp 503 Miliar
Nova Arianto Resmi Tangani Timnas U-20 Indonesia, Erick Thohir: Pelatih Terbaik yang Kita Miliki