Ia membandingkan situasi itu dengan kebiasaannya yang meminta bantuan penerjemahan tanpa mengubah inti pesan.
Baca Juga: Pulisic Cedera, Ambisi Milan ke Puncak Klasemen Hadapi Tantangan Berat
“Tetapi itu selalu kata-kata saya… Saya tidak akan pernah membiarkan manajer, teman, atau saudara laki-laki saya mencuit untuk saya mengucapkan kata-kata yang bahkan bukan kata-kata saya.”
Merab menilai tindakan Umar, baik tulisannya maupun nada yang disampaikan, sebagai bentuk ketidaksopanan.
Baginya, menyebut seorang juara sebagai “palsu” merupakan serangan terhadap kerja keras yang ia bangun selama bertahun-tahun.
Baca Juga: Statistik Masih 'Kejam' untuk Chelsea Jelang Derby London Kontra Arsenal
“Dia juga menyebut saya juara palsu… dia tidak menghormati saya sebagai juara,” ungkap petarung berusia 34 tahun itu.
Dvalishvili menegaskan bahwa pencapaiannya bukan kebetulan.
Ia berhasil mengalahkan Sean O’Malley dua kali, termasuk kemenangan lewat submission dalam pertemuan terbaru.
Baca Juga: Gol Jarak Jauh Rizky Ridho Masuk Puskas Award 2025, Ini Kata Shin Tae-yong
“Ya, ini pertarungan… tetapi saya pantas mendapatkannya. Saya juara, dan dia seharusnya menghormati saya,” tegasnya.
Meski kesal, Merab memilih untuk tidak menghabiskan energi lebih jauh untuk membalas komentar Umar.
Fokus utamanya kini adalah mempertahankan sabuk melawan penantang berikutnya.
Baca Juga: Gagal ke SEA Games, Raymond/Joaquin Justru Naik Kelas ke Malaysia Open Super 1000
“Dia (Umar) sekarang mencari-cari alasan dan saya sudah selesai dengannya,” ucapnya menutup.
Artikel Terkait
Persib Bawa Misi Kebangkitan di Laga Kontra Madura United FC, Bidik Tiga Poin di Pamekasan
Van Gastel Puji Atmosfer Pertandingan di Laga Persija Kontra PSIM Yogyakarta
Timnas Basket Makin Matang, Skuad Final Menuju SEA Games Segera Ditentukan
Rekor Pecah! Persija Lampaui Persebaya dan Timnas dalam Jumlah Penonton Super League
Hasil Super League: Dewa United Redam Persita, Tendangan Penalti Alex Martins Jadi Penyelamat