SportlinkNews - Charles Oliveira akhirnya buka suara usai kekalahannya dari Ilia Topuria dalam laga perebutan gelar kelas ringan UFC 317.
Duel yang berlangsung di T-Mobile Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, pada 29 Juni lalu itu berakhir jauh lebih cepat dari yang diperkirakan.
Topuria menjatuhkan Oliveira hanya dalam waktu 2 menit 27 detik sejak bel pembuka berbunyi.
Baca Juga: Timnas Indonesia Catat Rekor Baru di Ranking FIFA, Thailand dan Vietnam Turun
Pukulan telak dari petarung berdarah Georgia-Spanyol itu membuat Oliveira terkapar, dan wasit menghentikan pertandingan demi keselamatan sang petarung asal Brasil.
Hasil ini menggagalkan ambisi Oliveira untuk kembali merebut sabuk juara kelas ringan UFC yang pernah ia pegang pada 2021.
Kala itu, ia sempat membawa pulang sabuk ke Brasil usai mengalahkan Michael Chandler.
Baca Juga: MotoGP Putaran 11 Singgah di Jerman, Marc Marquez Catat Rekor Spektakuler di Sirkuit Sachsenring
Namun, gelar tersebut lepas akibat masalah berat badan sebelum laga kontra Justin Gaethje di tahun berikutnya.
Usaha Do Bronx—julukan Oliveira—untuk kembali ke puncak klasemen kelas ringan pun terhenti di tangan Topuria.
Dalam wawancara setelah laga, Oliveira mengaku terpukul secara fisik maupun mental atas kekalahan ini.
Baca Juga: Francesco Bagnaia Akui Salah, Kini Fokus Bantu Ducati Lewat Data Balapan
Ia menilai bahwa Topuria adalah lawan dengan pukulan paling keras yang pernah ia hadapi sepanjang karier bertarung di UFC.
Bahkan, Oliveira sampai merasa bingung dan tidak menyadari apa yang terjadi saat ia dijatuhkan.