Pencapaian tersebut menempatkan Makhachev di jajaran elite UFC.
Baca Juga: SEA Games 2025: PSSI Pastikan Marselino dan Ivar Jenner Masuk Skuad Timnas U-22 Indonesia
Tidak banyak petarung yang mampu bertarung di tiga kelas berbeda.
Salah satu contoh yang sempat menjadi inspirasi bagi Makhachev adalah Frankie Edgar.
Namun, perjalanan Edgar berbeda. Ia memulai karier di kelas ringan dan berhasil meraih gelar juara pada 2010.
Baca Juga: Lima Pelatih Masuk Radar PSSI untuk Timnas Indonesia, Erick Thohir akan Umumkan
Setelah itu, ia turun ke kelas bulu pada 2013 dan kemudian ke kelas bantam pada 2020.
Meski tampil di tiga kelas, Edgar tidak meraih gelar di dua divisi terakhirnya.
Perubahan kategori tidak berjalan mulus dan pencapaiannya tidak sebanding dengan performa saat berada di kelas ringan.
Baca Juga: Seruan Erling Haaland Didiskualifikasi dari Piala Dunia Gegara Potongan Rambut
Hal ini menjadi catatan tersendiri ketika membandingkan peluang Makhachev jika nantinya benar-benar naik ke kelas menengah.
Dengan bekal dua sabuk juara dan performa yang konsisten, peluang Makhachev untuk menambah gelar mungkin saja terbuka.
Namun hingga kini, belum ada tanda bahwa ia benar-benar akan mengikuti jejak idolanya, Edgar, untuk mencoba divisi ketiga.
Baca Juga: Juara Dunia Binaraga 2025, Begeni Komentar Binaragawan Indonesia Jefry Wuaten
Terlepas dari itu, wacana pertarungan melawan Chimaev telah mencuri perhatian dan menambah spekulasi mengenai arah perjalanan karier Makhachev selanjutnya.