Mengapa Cedera ACL Menjadi Momok bagi Pemain Sepak Bola?

Muhammad Zaki Fajrul Haq, Sportlink News
- Jumat, 22 November 2024 | 22:30 WIB
Cedera ACL menjadi momok bagi para pemain sepak bola (Liga Indonesia Baru)
Cedera ACL menjadi momok bagi para pemain sepak bola (Liga Indonesia Baru)

SportlinkNews - Cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) adalah salah satu jenis cedera yang sering dialami oleh pemain sepak bola.

Ligamen ini terletak di bagian tengah lutut dan berfungsi untuk menjaga stabilitas sendi.

Cedera ACL tidak hanya memengaruhi performa pemain di lapangan, tetapi juga dapat berdampak pada kehidupan mereka di luar olahraga.

Baca Juga: Erick Thohir Optimistis Timnas Indonesia Raih 12 Poin di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Apa Itu Cedera ACL?

Cedera ACL terjadi ketika ligamen anterior cruciate mengalami robekan akibat gerakan mendadak, seperti berputar secara tiba-tiba, mendarat dengan posisi tidak sempurna, atau mengalami benturan keras.

Kondisi ini sering dijumpai pada olahraga yang melibatkan gerakan cepat dan perubahan arah, seperti sepak bola.

Baca Juga: Ketum KONI Pusat Resmikan Lapangan Padel Pertama di Yogyakarta

Tanda-tanda cedera ACL meliputi:

  • Bunyi “pop” pada lutut saat cedera terjadi.
  • Nyeri yang signifikan di area lutut.
  • Pembengkakan yang muncul beberapa jam setelah cedera.
  • Ketidakmampuan untuk meluruskan atau menekuk lutut sepenuhnya.
  • Rasa goyah atau tidak stabil saat berjalan.

Dampak Cedera ACL pada Pemain Sepak Bola

Baca Juga: Target Ambisius Erick Thohir untuk Timnas Indonesia: Masuk 50 Besar Dunia

Cedera ACL dapat memberikan dampak yang cukup besar pada karier dan kehidupan pemain sepak bola. Berikut adalah beberapa efek yang sering dirasakan:

1. Absen Panjang dari Kompetisi

Cedera ACL membutuhkan waktu pemulihan yang lama, terutama jika memerlukan operasi.

Baca Juga: PSM Makassar Perbaiki Rekor Bermain di Padang, Sejak 2015 Belum Pernah Dapat Poin

Pemain bisa absen dari lapangan selama 6 hingga 12 bulan, tergantung pada tingkat keparahan cedera dan respons tubuh terhadap rehabilitasi.

2. Penurunan Performa

Meskipun pemain dapat kembali bermain, beberapa di antaranya mengalami penurunan performa.

Halaman:

Editor: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Sumber: FIFA, Mayo Clinic

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Otot Jeram Setelah Olahraga? Begini Penjelasan Medisnya

Minggu, 21 September 2025 | 22:56 WIB
X