Tetap Bugar di Bulan Puasa, Ini Strategi Aman Latihan di Gym

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Kamis, 19 Februari 2026 | 00:22 WIB
Gym saat berpuasa diperlukan pengaturan beberapa hal yang sesuai untuk bisa menjaga kebugaran. (eiger)
Gym saat berpuasa diperlukan pengaturan beberapa hal yang sesuai untuk bisa menjaga kebugaran. (eiger)

SportlinkNews - Bulan Ramadan kerap membuat sebagian orang ragu untuk tetap berolahraga. Padahal, aktivitas fisik seperti latihan di gym tetap bisa dilakukan selama puasa, asalkan disesuaikan dengan kondisi tubuh dan waktu yang tepat.

Bahkan, sebenarnya olahraga membantu tubuh menjadi lebih efisien dalam mengelola cadangan energi selama berpuasa.

Namun, tantangan utama saat latihan di bulan puasa adalah keterbatasan asupan energi dan cairan. Karena itu, diperlukan strategi khusus agar aktivitas fisik tetap aman tanpa mengganggu ibadah maupun kesehatan.

Baca Juga: FIBA Umumkan Peserta BCL Asia 2026, Dewa United Wakili Indonesia

Pada saat berpuasa, penentuan jadwal latihan menjadi faktor krusial. Banyak orang merasa lebih nyaman berolahraga menjelang waktu berbuka, sekitar pukul 14.00-16.00 WIB.

Dengan begitu, tubuh tidak terlalu lama menahan haus setelah sesi latihan selesai dan kebutuhan cairan bisa segera dipenuhi saat azan magrib berkumandang.

Sebagian lainnya memilih berolahraga setelah berbuka puasa, ketika energi sudah kembali terisi. Pilihan waktu ini sangat bergantung pada kenyamanan dan kebiasaan masing-masing.

Baca Juga: Menpora: 135 Emas dan Status Runner-Up di ASEAN Para Games, Modal Berharga Indonesia Menuju Asian Para Games 2026

Sesuaikan Intensitas dan Jenis Latihan

Saat berpuasa, kadar gula darah cenderung lebih rendah dibanding hari biasa. Karena itu, intensitas latihan sebaiknya diturunkan. Hindari sesi berintensitas tinggi yang berisiko memicu hipoglikemia atau kelelahan berlebihan.

Latihan yang disarankan antara lain kardio ringan hingga sedang seperti jalan cepat atau jogging santai di treadmill.

Latihan kekuatan tetap bisa dilakukan, tetapi gunakan beban yang lebih ringan dari biasanya. Misalnya, jika terbiasa mengangkat dumbbell 6 kilogram, turunkan menjadi 4-5 kilogram dan kurangi repetisi.

Baca Juga: Mendadak Viral! Tara Mae Kirk Terkejut Menjadi Objektifikasi Secara Seksual

Durasi latihan juga sebaiknya dibatasi sekitar 30 menit per sesi agar tubuh tidak kehilangan terlalu banyak energi.

Perhatikan Asupan Gizi

Olahraga saat puasa membuat kebutuhan energi tetap tinggi. Karena itu, kualitas makanan saat sahur dan berbuka menjadi penentu utama kebugaran.

Karbohidrat kompleks seperti beras merah dan kentang dapat membantu menjaga energi lebih lama.

Baca Juga: Menuju Asian Games 2026, Perpani Jadikan World Cup Tolok Ukur Kekuatan Panahan Indonesia

Sumber protein seperti ikan, ayam, dan telur penting untuk pemulihan otot. Konsumsi sayuran hijau dan buah-buahan juga membantu memenuhi kebutuhan serat dan vitamin.

Hindari makanan terlalu manis dan berlemak berlebihan karena bisa menyebabkan tubuh cepat lemas. Selain itu, pastikan kebutuhan cairan tercukupi di antara waktu berbuka hingga sahur untuk mencegah dehidrasi.

Jangan Abaikan Istirahat

Waktu tidur selama Ramadan sering kali berkurang akibat perubahan jadwal makan dan ibadah malam. Padahal, tubuh tetap membutuhkan istirahat sekitar 6–8 jam per hari untuk menjaga performa latihan.

Baca Juga: Gol Andrew Jung Belum Mampu Bawa Persib Singkirkan Ratchaburi FC

Kurang tidur dapat membuat tubuh cepat lelah dan menurunkan konsentrasi saat berolahraga. Karena itu, atur ulang jadwal istirahat agar tetap seimbang antara latihan, pekerjaan, dan ibadah.

Dengarkan Sinyal Tubuh

Yang tak kalah penting, jangan memaksakan diri. Jika muncul tanda-tanda seperti pusing, lemas berlebihan, atau keringat dingin, segera hentikan latihan.

Bagi yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum memulai program olahraga saat puasa sangat dianjurkan.

Baca Juga: Sneijder Geram, Otamendi Pamer Tato Piala Dunia ke Vinicius Jr

Dengan perencanaan yang tepat dan penyesuaian intensitas, latihan di gym selama puasa bukan hanya aman dilakukan, tetapi juga membantu menjaga kebugaran sepanjang Ramadan.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: Eiger Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Otot Jeram Setelah Olahraga? Begini Penjelasan Medisnya

Minggu, 21 September 2025 | 22:56 WIB
X