biomekanika

Efek Samping Penggunaan Steroid dalam Latihan Beban, Mulai dari Gangguan Hati hingga Mental

Sabtu, 11 Mei 2024 | 08:15 WIB
Penggunaan steroid untuk latihan beban ternyata memiliki efek samping yang serius. (Unsplash.com/Dollar Gill)

SportlinkNews - Steroid anabolik-androgenik (AAS) sering digunakan oleh banyak orang yang berlatih beban untuk meningkatkan kinerja dan mempercepat pertumbuhan otot.

Namun, penggunaan steroid dalam latihan beban tidak selalu aman, dan dapat menyebabkan berbagai efek samping yang serius.

Mari kita bahas lebih lanjut mengenai efek samping penggunaan steroid dalam latihan beban dan mengapa penting untuk menggunakan steroid dengan bijak.

Baca Juga: Memahami Perbedaan antara Jogging dan Berlari: Mana yang Cocok untuk Anda?

Apa Itu Steroid?

Steroid adalah senyawa kimia yang diproduksi alami oleh tubuh manusia, dan juga dapat diambil dari luar tubuh dalam bentuk suplemen.

Steroid anabolik-androgenik adalah jenis steroid yang sering digunakan dalam latihan beban.

Mereka bertanggung jawab untuk meningkatkan pertumbuhan otot (anabolik) dan efek androgenik (yang berhubungan dengan hormon seks pria) seperti peningkatan kekuatan dan libido.

Baca Juga: Suporter Masih Belum Terima Timnas U-23 Indonesia Dikadali Wasit, Arya Mahendra: Stop Rasis

Efek Samping Penggunaan Steroid dalam Latihan Beban

Penggunaan steroid memang dapat memberikan manfaat dalam hal peningkatan kinerja dan pembentukan otot.

Namun penggunaan steroid yang tidak terkendali atau berlebihan dapat menyebabkan berbagai efek samping yang serius, termasuk:

1. Kerusakan Hati

Penggunaan steroid dapat menyebabkan kerusakan hati, termasuk hepatitis dan kanker hati.

Baca Juga: Pemanasan Sebelum Jogging: Pentingnya dan Cara yang Tepat untuk Melakukannya

Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan sirosis hati dan gagal hati.

2. Masalah Kardiovaskular

Steroid dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan stroke.

Halaman:

Tags

Terkini

Otot Jeram Setelah Olahraga? Begini Penjelasan Medisnya

Minggu, 21 September 2025 | 22:56 WIB