Harapan Terakhir Indonesia pun Kandas, Fajar/Rian Tersingkir di Perempat Final Singapore Open 2025

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Jumat, 30 Mei 2025 | 20:34 WIB
Harapan terakhir Indonesia di Singapore Open 2025, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto tersingkir di babak perempat final pada pertandingan yang berlangsung, Jumat, 30 Mei 2025.
Harapan terakhir Indonesia di Singapore Open 2025, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto tersingkir di babak perempat final pada pertandingan yang berlangsung, Jumat, 30 Mei 2025.

SportlinkNews - Pupus sudah harapan Indonesia untuk bisa meraih gelar pertama di 2025 ini. Wakil terakhir Merah Putih di Singapore Open 2025 kandas di perempat final.

Ganda putra unggulan, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto harus mengakui rival mereka, asal Denmark, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen. 

Bertanding di Singapore Indoor Stadium, Jumat, 30 Mei 2025, Fajar/Rian kalah dalam duel sengit tiga gim 3-21, 23-21, 22-24.

Dengan kekalahan ini, Indonesia dipastikan tanpa wakil di semifinal Singapore Open 2025. Fajar/Rian pun kini tertinggal 3-6 dalam rekor pertemuan.

Baca Juga: FIFA dan Panini Hadirkan Kenangan Bersejarah Final Piala Dunia FIFA Meksiko 1970 Lewat Stiker Keren

"Kami minta maaf kepada seluruh pendukung dan masyarakat Indonesia atas hasil ini. Kami sudah berusaha, tapi inilah hasilnya," kata Fajar usai pertandingan.

Gim pertama berjalan mengejutkan, Fajar/Rian tak kuasa menghadapi kecerdikan Kim/Anders dalam mengatur arah servis yang berulang kali menyulitkan. Skor telak 3-21 mencerminkan bagaimana Fajar/Rian tidak nyaman dengan permainan mereka.

Memasuki gim kedua, pasangan Indonesia sempat memimpin cukup jauh, namun unggulan pertama ini memaksa untuk adu setting. 

Meski Fajar/Rian mampu mencuri gim ini 23-21, namun itu tidak cukup untuk membalikkan momentum pada gim penentuan.

Baca Juga: Rencana Berlin Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2036 Dikecam, Dinilai Buang Anggaran

Gim ketiga berlangsung dramatis. Sempat mengejar ketertinggalan dan bahkan berbalik unggul, sayang kesalahan sendiri yang dilakukan Fajar/Rian di poin-poin krusial menjadi bumerang dan lawan pun kembali petik kemenangan.

"Tiap bertemu kami selalu kesulitan melawan mereka. Permainan kombinasi Kim yang halus dan pertahanan solid Anders selalu membuat kami tidak nyaman," ujar Fajar.

"Apalagi di poin-poin krusial, kami ragu-ragu dan gagal mengakhiri permainan," tambahnya.

Rian pun menyoroti servis-servisnya yang sempat menyangkut di akhir laga. Padahal mereka sedang dalam posisi memimpin.

"Ini jadi catatan penting buat kami. Kami akan evaluasi dan perbaiki," ucapnya.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X